Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Kerahkan 1.000 Perwira TNI-Polri ke Daerah Cegah Karhutla

Prabowo Kerahkan 1.000 Perwira TNI-Polri ke Daerah Cegah Karhutla Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyiapkan 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan ke sejumlah daerah guna memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut disiapkan karena pemerintah menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga harus diperkuat, terutama saat musim kemarau berlangsung panjang.

"Kita di pusat, terutama TNI juga Polri, menyiapkan 1.000 perwira untuk diturunkan untuk membantu sosialisasi dan edukasi," kata Prabowo dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin.

Prabowo mengatakan para perwira tersebut akan ditempatkan bersama petugas dan pejabat yang sudah berada di daerah. Kehadiran personel dari pemerintah pusat diharapkan membuat upaya pencegahan kebakaran menjadi lebih terkoordinasi.

Menurut Prabowo, pemerintah pusat perlu menunjukkan keterlibatan langsung dalam menangani persoalan karhutla. Sebab, dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dirasakan oleh daerah tempat kebakaran terjadi, tetapi dapat meluas ke wilayah lain.

"Maksud saya biar dari pusat ikut ada rasa keterlibatan ya. Karena masalah kebakaran hutan ini adalah masalah seluruh bangsa, seluruh negara," ujar Prabowo.

Presiden juga meminta masyarakat tidak menggunakan metode pembakaran ketika membuka maupun membersihkan lahan. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung penyebaran api.

Prabowo mengingatkan dampak karhutla juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Asap yang muncul dari kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

"Hutan itu adalah sumber kehidupan kita. Kalau hutan terbakar, seluruh rakyat yang akan kena, pernafasan dan sebagainya," kata Prabowo.

Selain memperkuat pencegahan, pemerintah tetap menjalankan pemadaman terhadap titik-titik karhutla yang sudah muncul. Prabowo meminta seluruh unsur terkait bekerja secara bersamaan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Baca Juga: Prabowo Punya Ide Baru Hadapi Karhutla: 'Ubi Bombing', Tepung Ubi Pengganti Water Bombing

Penegakan hukum juga menjadi bagian dari strategi pemerintah. Prabowo sebelumnya telah menegaskan bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan harus mendapatkan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

Di Sumatera Selatan, kepolisian melaporkan telah menangani 15 laporan polisi terkait karhutla dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka. Data tersebut menunjukkan bahwa proses hukum tetap berjalan bersamaan dengan upaya pemadaman dan pencegahan.

Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut mengusulkan pendekatan edukasi langsung kepada masyarakat yang biasa melakukan pembakaran lahan. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri dapat mengumpulkan kelompok masyarakat tersebut untuk diberikan pemahaman mengenai bahaya pembakaran serta konsekuensi hukumnya.

Dengan penempatan 1.000 perwira di daerah, pemerintah berharap pencegahan karhutla dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. Strategi tersebut menempatkan edukasi dan pencegahan sebagai bagian penting dari penanganan karhutla, bukan hanya bertindak setelah api muncul.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama