Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terlihat kaget dan tidak nyaman ketika Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan pembahasan mengenai kemungkinan percepatan konstelasi politik menuju Pemilu 2029.
Penilaian itu disampaikan Bestari setelah potongan video pertemuan Budi Arie dan Jokowi beredar. Dalam video tersebut, Budi Arie terlihat menyampaikan sejumlah pandangan terkait situasi politik menjelang Pemilu 2029 di hadapan Jokowi.
Menurut Bestari, Jokowi tidak mengetahui sebelumnya materi yang akan disampaikan Budi Arie dalam pertemuan tersebut. Ia melihat respons dan gestur Jokowi menunjukkan adanya ketidaknyamanan ketika pembicaraan mulai mengarah pada isu yang dinilai dapat memengaruhi hubungan Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Bestari bahkan meyakini Jokowi sangat terkejut dengan pembahasan yang disampaikan Budi Arie. Ia menilai, dari ekspresi dan gestur Jokowi dalam video, terlihat bahwa mantan Presiden tersebut tidak berada dalam posisi yang sepenuhnya siap menerima pembahasan tersebut.
Bagi Bestari, persoalan utama bukan sekadar mengenai wacana percepatan konstelasi politik menuju Pemilu 2029, melainkan keterlibatan nama Jokowi dalam pembahasan tersebut. Ia menilai langkah itu berpotensi menimbulkan persepsi seolah-olah Jokowi memiliki sikap atau agenda politik tertentu terkait dinamika menuju Pemilu 2029.
Bestari kemudian menuding Budi Arie memiliki kepentingan terselubung melalui pembicaraan tersebut. Ia bahkan menilai manuver itu berpotensi mengadu domba Jokowi dengan Prabowo.
Bestari juga mempertanyakan sikap Projo jika memang ingin mengambil langkah politik sendiri. Menurutnya, Projo seharusnya dapat bergerak menggunakan perangkat organisasinya tanpa membawa atau menunggu arahan dari Jokowi.
Polemik bermula setelah potongan video Budi Arie berbicara di hadapan Jokowi mengenai berbagai kemungkinan perkembangan politik beredar di publik. Video tersebut kemudian mendapat perhatian karena salah satu pembahasannya berkaitan dengan kemungkinan percepatan konstelasi politik sebelum Pemilu 2029.
Namun, Projo membantah jika video tersebut dipahami sebagai gambaran utuh pembicaraan dalam pertemuan. Sekretaris Jenderal DPP Projo Fredy Alex Damanik menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan potongan dari pembicaraan yang lebih panjang.
Baca Juga: Budi Arie Bahas Pemilu 2029 dengan Jokowi, Ini Kata PSI
Fredy mengatakan pertemuan tersebut berlangsung dalam agenda silaturahmi dalam rangka Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Jokowi dan para relawannya. Dalam forum itu, terdapat diskusi internal mengenai situasi kebangsaan serta berbagai kemungkinan untuk menyikapi kondisi yang berkembang.
Menurut Fredy, berbagai masukan yang disampaikan kepada Jokowi dimaksudkan agar dapat diteruskan kepada Prabowo. Hal itu karena para relawan menilai komunikasi antara Jokowi dan Prabowo tetap terjalin erat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: