Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS Ditinggal Asia? Iran Mulai Merapat

AS Ditinggal Asia? Iran Mulai Merapat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran dan India mulai mencermati dampak penandatanganan Pakta Makkah yang melibatkan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Kesepakatan pertahanan trilateral yang diteken pada 7 Agustus 2026 itu dinilai dapat memengaruhi dinamika keamanan di Asia Barat dan hubungan antarnegara di kawasan.

Pakta tersebut memuat klausul pertahanan bersama. Berdasarkan ketentuan itu, agresi terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap ketiga anggota. Kesepakatan muncul ketika kawasan tengah menghadapi perubahan lanskap keamanan, termasuk ketegangan Iran dan Amerika Serikat.

Di Iran, pakta tersebut bahkan dipandang sebagai salah satu indikasi perubahan sikap negara-negara kawasan terhadap peran Amerika Serikat. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei menilai kesepakatan itu mencerminkan berkurangnya ketergantungan negara-negara Timur Tengah terhadap Washington.

Rezaei juga mengungkapkan bahwa perwakilan negara anggota Pakta Makkah sempat mendatangi Teheran untuk menyampaikan mengenai kesepakatan tersebut. Iran disebut telah menerima undangan untuk bergabung dan kini tengah meninjau tawaran tersebut.

Kepala kantor berita parlemen Iran, Mehdi Rahim, mengonfirmasi bahwa undangan resmi untuk bergabung telah diterima Teheran. Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan tanggapan resmi mengenai kemungkinan Iran menjadi anggota pakta tersebut.

India Pantau Dampak Pakta

India juga mencermati perkembangan Pakta Makkah karena keterlibatan Pakistan, yang memiliki hubungan strategis dan keamanan tersendiri dengan New Delhi.

Namun, sejumlah pengamat India menilai kesepakatan tersebut belum secara langsung mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan. Mantan Komisaris Tinggi India untuk Pakistan Ajay Bisaria menilai dampak geopolitik pakta tersebut masih terbatas.

Menurut Bisaria, kesepakatan baru itu tidak jauh berbeda dengan pengaturan pertahanan Arab Saudi-Pakistan sebelumnya yang lebih banyak memiliki nilai simbolis. Ia melihat pakta tersebut antara lain berkaitan dengan kekhawatiran Riyadh terhadap ketidakpastian jaminan keamanan Amerika Serikat.

Pandangan serupa disampaikan mantan anggota Sekretariat Dewan Keamanan Nasional India Tara Kartha. Ia menilai India tidak perlu melihat Pakta Makkah sebagai ancaman langsung.

Hubungan pertahanan Pakistan dan Turki, menurut Kartha, juga telah terbangun sebelum pakta tersebut ditandatangani. Karena itu, kesepakatan trilateral tersebut belum tentu menghasilkan perubahan besar dalam hubungan militer ketiga negara.

Meski begitu, Kartha menilai peningkatan dukungan terhadap anggaran pertahanan Pakistan menjadi salah satu perkembangan yang tetap perlu diperhatikan India.

Di tengah munculnya pakta baru tersebut, India dinilai perlu memperkuat hubungan bilateral dengan Arab Saudi. Kerja sama itu dapat diarahkan pada bidang keamanan, intelijen, hingga ekonomi untuk menjaga kepentingan strategis New Delhi di kawasan.

Wakil Presiden Observer Research Foundation Harsh Pant menilai perbedaan kepentingan di antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan berpotensi membatasi kekompakan Pakta Makkah. Namun, kondisi tersebut tidak menghilangkan kebutuhan India untuk memperdalam hubungan dengan Riyadh.

Pemerintah India sendiri menyatakan sedang melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kesepakatan tersebut. New Delhi menegaskan komitmennya untuk melindungi kepentingan nasional dan mengambil langkah yang dianggap diperlukan.

Baca Juga: Diakui Israel, Iran Lipat Gandakan Produksi Senjata

Pakar strategi dan profesor Kajian Amerika di Jindal Global University, C. Raja Mohan, melihat Pakta Makkah sebagai bagian dari upaya Arab Saudi melakukan diversifikasi kemitraan keamanan.

Menurut dia, pembentukan pakta tersebut juga menunjukkan adanya ketidakpastian mengenai seberapa jauh Amerika Serikat dapat menjadi penjamin keamanan kawasan. Dengan demikian, Riyadh dinilai mulai mencari alternatif kemitraan untuk menghadapi perubahan lingkungan strategis.

Bagi Iran, perkembangan ini menjadi sinyal penting mengenai arah hubungan negara-negara Asia Barat dengan Amerika Serikat. Sementara bagi India, pakta tersebut menjadi faktor baru yang perlu dipantau tanpa serta-merta dianggap sebagai perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan regional.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: