Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Baru Kunjungi NTT H+11 Gempa, Ini Alasan Tak Datang Lebih Cepat

Prabowo Baru Kunjungi NTT H+11 Gempa, Ini Alasan Tak Datang Lebih Cepat Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan dirinya baru datang langsung ke Nusa Tenggara Timur pada H+11 gempa berkekuatan M7,7. Prabowo mengatakan dirinya sengaja tidak datang pada awal bencana agar pemerintah daerah dapat fokus menangani masyarakat.

"Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung," kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan gempa bumi NTT di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8).

Prabowo menilai kedatangan pejabat pemerintah pusat dalam jumlah besar dapat mengganggu konsentrasi pemerintah daerah. Menurutnya, jajaran pemda terkadang harus mengurus agenda penyambutan dan berbagai kegiatan seremonial ketika pejabat pusat datang.

"Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya," katanya.

Prabowo menegaskan pemerintah pusat tetap memantau penanganan bencana meski dirinya belum hadir secara langsung. Pemerintah pusat juga terus mengerahkan bantuan dan pelayanan untuk masyarakat terdampak gempa.

"Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tapi nggak bisa mengatasi, enggak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif," ujarnya.

Baca Juga: Dikira Tak di Lokasi Gempa, Pejabat BNPB Ungkap Fakta di Balik Video Viral

Prabowo mengatakan dirinya baru datang setelah menerima laporan mengenai perkembangan penanganan bencana di lapangan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja menangani dampak gempa di NTT.

"Jadi setelah saya dapat laporan saudara-saudara, saya memantau, kita sudah berbuat maksimal. Tentunya kita ingin berbuat lebih, ya," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy