Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bela Ucapan Budi Arie, Projo ke PSI: Jangan Jadikan Perbedaan Pandangan Jadi Alasan Bermusuhan

Bela Ucapan Budi Arie, Projo ke PSI: Jangan Jadikan Perbedaan Pandangan Jadi Alasan Bermusuhan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo memilih meredam ketegangan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal itu menyusul polemik terkait pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.

Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menegaskan, pihaknya tidak ingin menjadikan partai tersebut sebagai musuh politik hanya karena adanya perbedaan pandangan mengenai dinamika politik nasional.

Baca Juga: PDIP Soal Video Ketum Projo Budi Arie: Seperti Sengaja Dibocorkan untuk Kirim Pesan ke Prabowo

"Kalau mereka menyatakan bahwa Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus dan bukan bagian dari mereka, itu adalah sikap internal mereka yang tentu kami hormati. Itu tidak pernah menjadi urusan Projo," kata Freddy, dikutip Kamis (27/8/2026).

PSI menurutnya merupakan organisasi yang memiliki sejarah kedekatan dengan perjuangan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Karena itu, perbedaan sikap pada situasi politik saat ini seharusnya tidak menghapus hubungan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

"Jadi pesan kami sederhana. PSI adalah saudara. Projo adalah saudara. Sama-sama punya rumah masing-masing. Jangan jadikan perbedaan pandangan sebagai alasan untuk saling bermusuhan," tutur Freddy.

Menurut Projo, perbedaan sikap politik merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut semestinya tidak berubah menjadi permusuhan personal, terlebih antara kelompok yang pernah berada dalam satu barisan politik.

Sebelumnya, Ketum Projo Budi Arie membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

Adapun Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menanggapi hal itu. Ia menilai gagasan tersebut bertentangan dengan prinsip dasar partainya mengenai mandat pemerintahan yang lahir dari proses demokratis.

Baca Juga: Tak Hanya Mahasiswa, Pengusaha Dukung Karyawan Mereka Ikut Demo 27 Agustus

“Pernyataan Budi Arie soal kemungkinan pergantian pemerintahan di tengah jalan adalah buah pikiran orang kurang kerjaan dan tidak sesuai pendirian dasar PSI. Kalau ada perbedaan dalam hal mendasar, ya gak usah gabung,” kata Dedek.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar