Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PDIP Soal Video Ketum Projo Budi Arie: Seperti Sengaja Dibocorkan untuk Kirim Pesan ke Prabowo

PDIP Soal Video Ketum Projo Budi Arie: Seperti Sengaja Dibocorkan untuk Kirim Pesan ke Prabowo Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penyebaran Video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang membicarakan kemungkinan [emilu berlangsung lebih cepat dari seharusnya kini memunculkan dugaan baru karena seperti sinyal politik kepada Presiden Prabowo Subianto.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus mengatakan cara video tersebut muncul ke ruang publik patut dipertanyakan. Ia tidak menutup kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik beredarnya rekaman tersebut.

Baca Juga: Cuma Hal Biasa Saja, Istana Tak Lihat Ada Hal Istimewa di Demo 27 Agustus

“Banyak yang berspekulasi bahwa bocornya rekaman tersebut mungkin memang disengaja untuk mengirim pesan atau sinyal tertentu kepada Prabowo. Hal ini harus dibuat terang benderang agar tidak menimbulkan prasangka dan liar di masyarakat,” kata Deddy, dikutip Kamis (27/8/2026).

Menurut Deddy, persoalan video tersebut bukan hanya mengenai ucapan Budi Arie. Ada konteks politik yang membuat rekaman itu menjadi sensitif. Ia menilai situasi menjadi semakin rumit karena video itu beredar ketika isu demonstrasi besar pada Agustus sedang ramai dibicarakan.

Oleh karenanya ia mengatakan ada dua kemungkinan: video tersebut tersebar karena kelalaian atau memang ada pihak yang sengaja membuatnya keluar dari forum.

“Saya tidak tahu apakah bocornya rekaman itu karena kelalaian atau memang disengaja,” kata Deddy.

Menurutnya, jika penyebaran tersebut merupakan kelalaian, pihak yang merasa dirugikan semestinya mengambil langkah hukum atau setidaknya mempersoalkannya secara terbuka.

“Jika karena kelalaian, seharusnya pihak yang merasa dirugikan sudah mempersoalkannya secara hukum. Namun, hingga kini belum ada tindakan jelas,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketum Projo Budi Arie membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.

Baca Juga: PSI: Pernyataan Ketum Projo Budi Arie Adalah 'Buah Pikiran Orang Kurang Kerjaan'

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar