Kredit Foto: BPMI
Penulis ternama asal Mojokerto, Hasyim Muhammad, menilai para kader PDIP enggan mengakui bahwa pada Pilpres 2024 partai banteng sempat ingin menjadikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
Menurutnya, PDIP sempat berharap posisi cawapres diisi Gibran. Namun pada akhirnya, putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu justru berpasangan dengan Prabowo Subianto dan menjadi lawan politik PDIP yang mengusung pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD.
"Masih ada ya kader PDIP yang percaya bahwa PDIP nggak akan mencalonkan Gibran menjelang 2024 lalu? Sebelum akhirnya Gibran resmi jadi cawapres Prabowo, PDIP waktu itu kan juga ngarep Gibran jadi cawapres mereka," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (27/8).
"Tapi sekarang kok pada nggak ngaku...Tapi sekarang pada suka teriak dinasti...," lanjutnya.
Sebagai informasi, pada Pilpres 2024 Gibran diusung oleh Partai Golkar sebagai cawapres Prabowo. Golkar menjadi partai pertama di Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengambil keputusan tersebut.
Keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar pada 21 Oktober 2023, dipimpin langsung oleh Ketua Umum Golkar saat itu, Airlangga Hartarto. Langkah Golkar inilah yang membuka jalan bagi pencalonan Gibran ke KPU.
Baca Juga: Denny Indrayana Gelar Sayembara Ijazah Gibran Rp5 Miliar, UGM Tegaskan Gelar Profesornya Gugur
Sementara itu, DPP PDIP menegaskan bahwa sejak Gibran menyeberang aliansi dan mendaftarkan diri ke KPU sebagai cawapres Prabowo pada Oktober 2023, keanggotaannya di PDIP otomatis berakhir karena dianggap membangkang dari keputusan partai yang mengusung Ganjar–Mahfud.
Secara administratif, PDIP baru mengeluarkan surat pemecatan resmi bagi Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka pada Desember 2024. Langkah ini diambil sebagai sanksi etika berat setelah seluruh tahapan pemilu selesai.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya