Puan Maharani Akhirnya Ikut Respons soal Pemilu 2029 Dipercepat: Pemerintah Itu...
Kredit Foto: Andi Hidayat
Wacana Pemilu 2029 dipercepat kembali menjadi sorotan setelah Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengungkap soal insting politiknya mengenai kemungkinan tersebut. Kini, Ketua DPR RI Puan Maharani turut angkat suara dan memberikan penegasan soal aturan pelaksanaan pemilu.
Puan menegaskan bahwa pelaksanaan pemilu harus mengacu pada konstitusi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia mengingatkan bahwa pemilu dilaksanakan dalam periode lima tahunan.
"Sesuai dengan konstitusi, pemerintahan itu berjalan sesuai undang-undangnya per 5 tahun," kata Puan dalam konferensi pers di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Tak Ditandatangani Puan, Ini Isi Lengkap Surat Komitmen DPR soal RUU Perampasan Aset
Menurut Puan, aturan yang sudah ditetapkan harus menjadi pedoman semua pihak. Karena itu, ia meminta agar pelaksanaan pemilu tetap mengikuti ketentuan konstitusional.
"Jadi ikuti konstitusi yang ada dan ya sebagai warga negara yang taat hukum ya ikuti semua aturan itu dengan sebaik-baiknya. Pemilu per 5 tahun ya kita lakukan setiap 5 tahun," ujar dia.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan setelah pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih cepat ramai diperbincangkan. Dalam sebuah video yang beredar, Budi Arie terlihat berada dalam sebuah pertemuan di sebuah ruangan dan duduk di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam kesempatan itu, Budi Arie menceritakan percakapannya dengan Jokowi. Ia mengaku memiliki insting bahwa sebuah peristiwa politik bisa terjadi sebelum jadwal Pemilu 2029.
Baca Juga: Puan Janji RUU Perampasan Aset Kelar 15 Desember, tapi Ada Hal Janggal di Surat Pernyataan
"Saya sudah bisik-bisik ke Pak Jokowi. 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?' Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" ujar Budi Arie.
Ucapan tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi di tengah publik. Budi Arie akhirnya memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah akun media sosial Projo Pusat.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa kurang berkenan dengan pernyataannya. Budi Arie juga mengakui analisis yang disampaikannya dalam sebuah pertemuan di Jakarta telah menimbulkan berbagai penafsiran.
"Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie.
"Pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya. Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan mengaitkannya dengan Bapak Joko Widodo (Jokowi)," lanjut dia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: