Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bakrie & Brothers (BNBR) Berbalik Rugi Rp224,81 Miliar di Semester I-2026

Bakrie & Brothers (BNBR) Berbalik Rugi Rp224,81 Miliar di Semester I-2026 Kredit Foto: BNBR
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan rugi bersih Rp224,81 miliar di semester I-2026, berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan laba bersih Rp55,87 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin (31/8/2026),sejalan dengan kerugian tersebut, rugi per saham dasar dan dilusian BNBR tercatat Rp1,30, dari sebelumnya masih mencatatkan laba per saham sebesar Rp0,32.

Di sisi operasional, sebenarnya pendapatan BNBR masih tumbuh. Pendapatan bersih perseroan mencapai Rp2,59 triliun, meningkat 46,32% dibandingkan Rp1,77 triliun pada semester I-2025.

Namun, kenaikan pendapatan tersebut diikuti peningkatan beban pokok pendapatan. Beban pokok pendapatan tercatat Rp1,94 triliun, naik dari Rp1,38 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, pertumbuhan pendapatan masih mampu mendorong laba kotor BNBR menjadi Rp649,97 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp390,43 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi pengeluaran, sejumlah beban usaha BNBR mengalami peningkatan. Beban umum dan administrasi tercatat Rp142,66 miliar, naik dari Rp104,54 miliar.

Sementara itu, beban karyawan meningkat menjadi Rp146,39 miliar dari sebelumnya Rp138,67 miliar. Di sisi lain, beban penjualan justru turun menjadi Rp59,37 miliar dari Rp68,53 miliar.

Secara keseluruhan, total beban usaha BNBR mencapai Rp348,44 miliar, meningkat dibandingkan Rp311,74 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga: Laba BRI (BBRI) Tembus Rp31,2 Triliun, Naik 17,5% pada Semester I-2026

Baca Juga: Astra International Siapkan Rp858,39 Miliar untuk Tender Sukarela Saham AUTO

Baca Juga: Borong 3 Miliar Saham VKTR, Kepemilikan Bakrie Naik Jadi 21%

Meski beban usaha meningkat, perseroan masih mampu mencatatkan laba usaha Rp301,53 miliar, melonjak dibandingkan Rp78,68 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset BNBR per 30 Juni 2026 tercatat Rp24,28 triliun, meningkat dari Rp23,56 triliun pada akhir 2025.

Namun, kenaikan aset tersebut juga diikuti peningkatan liabilitas. Total liabilitas perseroan mencapai Rp19,75 triliun, naik dari Rp18,89 triliun pada akhir tahun lalu Sedangkan total ekuitas BNBR tercatat Rp4,53 triliun, turun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp4,67 triliun.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan