Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba BRI (BBRI) Tembus Rp31,2 Triliun, Naik 17,5% pada Semester I-2026

Laba BRI (BBRI) Tembus Rp31,2 Triliun, Naik 17,5% pada Semester I-2026 Kredit Foto: BRI
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih tahun berjalan perseroan mencapai Rp31,2 triliun pada semester I-2026, melonjak 17,5% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan Rp26,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga serta kemampuan perseroan dalam menekan beban bunga. Perbaikan efisiensi tersebut turut memperkuat pendapatan bunga bersih BRI pada paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan semester I-2026 yang dipublikasikan di media, Senin (31/8/2026), pendapatan bunga BRI mencapai Rp107,92 triliun hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 5,41% dibandingkan semester I-2025.

Di tengah pertumbuhan pendapatan bunga, BRI justru mampu menurunkan beban bunga sebesar 5,87% yoy menjadi Rp27,39 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih dan pendapatan jasa asuransi meningkat 10,13% secara tahunan menjadi Rp81,18 triliun.

Dari sisi penyaluran kredit, BRI juga mencatat ekspansi yang cukup kuat. Secara konsolidasi, total kredit dan pembiayaan mencapai Rp1.646 triliun, tumbuh 16,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi motor utama penyaluran kredit BRI. Porsi kredit UMKM mencapai 75,1% dari total kredit, dengan nilai penyaluran tumbuh 8,6% secara tahunan.

Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 3,15%, sementara NPL net tercatat sebesar 1,04%.

Perkembangan ini menunjukkan ekspansi kredit BRI tetap berjalan dengan kualitas aset yang relatif terjaga, meskipun perseroan terus memperluas penyaluran pembiayaan.

Baca Juga: Saratoga (SRTG) Berbalik Rugi Rp3,87 Triliun, dari Laba Rp102 Miliar

Baca Juga: Laba BCA Naik Jadi Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Lewati Rp1.000 Triliun

Baca Juga: Bos Danantara Bidik Laba BUMN Terus Melejit hingga Tembus Rp450 Triliun

DPK Capai Rp1.581 Triliun, CASA Meningkat

Dari sisi pendanaan, BRI berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.581 triliun hingga semester I-2026. Jumlah tersebut tumbuh 6,7% secara tahunan.

Komposisi dana murah juga semakin kuat. Porsi current account savings account (CASA) mencapai 67,6%, dengan nilai tumbuh 10,1% yoy.

Peningkatan CASA menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga struktur biaya dana perseroan. Dengan porsi dana murah yang lebih besar, BRI memiliki ruang untuk mengelola biaya pendanaan di tengah dinamika suku bunga.

Dari sisi neraca, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun pada semester I-2026, meningkat 11,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan