Gempa NTT Berdampak ke 40.216 Pengungsi, Indonesia Re Salurkan Bantuan Tanggap Darurat
Kredit Foto: Istimewa
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menyalurkan bantuan dana tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN. Indonesia Re menyalurkan bantuan melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) qq YBM BRILiaN (Yayasan Baitul Maal BRILiaN) yang ditunjuk sebagai BUMN koordinator di wilayah NTT.
Penyerahan bantuan diwakili Kepala Divisi TJSL & ESG Indonesia Re Mardian Adhitya di Kantor Pusat BRI pada 19 Agustus 2026.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, gempa tersebut berdampak terhadap 11 kabupaten/kota. Bencana itu menyebabkan 70 orang meninggal dunia, 1.184 orang luka atau sakit, dan 40.216 orang mengungsi.
Selain korban jiwa dan pengungsi, sebanyak 11.950 rumah tercatat mengalami kerusakan. Sebanyak 436 fasilitas publik dan rumah ibadah juga terdampak. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak.
Direktur Utama Indonesia Re Robbi Yanuar Walid menyampaikan keprihatinan kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa. Menurut dia, semangat gotong royong menjadi bagian penting dari peran BUMN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Dalam situasi seperti ini, semangat gotong royong menjadi sangat penting,” ujar Robbi dalam keterangan tertulis.
Ia mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Indonesia Re sebagai perusahaan BUMN. Bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Kepala Divisi TJSL & ESG Indonesia Re Mardian Adhitya mengatakan kolaborasi antar-BUMN menjadi salah satu cara untuk memastikan bantuan dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
“Indonesia Re berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Melalui kolaborasi dengan BRI qq YBM sebagai BUMN Koordinator, kami ingin memastikan kepedulian dan dukungan dari Indonesia Re dapat tersalurkan kepada masyarakat di wilayah terdampak,” kata Mardian dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Indonesia Resmi Ajukan Menkes Budi Gunadi Jadi Bos WHO, Ini Daftar Pesaingnya
Penyaluran melalui BRI dan YBM BRILiaN dilakukan dalam kerangka koordinasi bantuan BUMN di wilayah NTT. Indonesia Re berharap dukungan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Bagi Indonesia Re, keterlibatan dalam penanganan bencana menjadi bagian dari pelaksanaan TJSL perusahaan sekaligus bentuk kontribusi BUMN kepada masyarakat.
Melalui bantuan dan kolaborasi dengan BRI, perusahaan berharap dukungan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak serta berkontribusi terhadap proses pemulihan di NTT.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: