Indonesia Resmi Ajukan Menkes Budi Gunadi Jadi Bos WHO, Ini Daftar Pesaingnya
Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Mengutip laman resmi WHO, Indonesia telah mengajukan Budi sebagai kandidat untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus yang masa jabatannya berakhir pada Agustus 2027.
Pencalonan Budi menjadikannya kandidat keempat yang secara resmi masuk dalam persaingan. Tiga kandidat lainnya adalah Dr Hanan Balkhy dari Arab Saudi, Dr Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, dan Dr Hans Henri Kluge dari Belgia. (Devex)
Budi menjadi kandidat yang relatif berbeda dalam kontestasi tersebut. Latar belakangnya bukan kedokteran atau kesehatan masyarakat. Ia merupakan lulusan fisika nuklir dan memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan sebelum memimpin Kementerian Kesehatan sejak Desember 2020.
Sebelum menjadi Menteri Kesehatan, Budi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri mulai 2013. Ia kemudian memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) hingga 2019 sebelum masuk ke pemerintahan sebagai Wakil Menteri BUMN.
Latar belakang tersebut menjadi salah satu pembeda Budi dibandingkan kandidat lain. Namun, pengalaman Budi di sektor keuangan dinilai dapat menjadi modal dalam menghadapi persoalan pendanaan WHO.
Kontestasi tersebut berlangsung ketika WHO menghadapi tekanan keuangan setelah Amerika Serikat menarik diri dari organisasi tersebut pada Januari 2025. Kondisi itu memicu langkah penghematan dan pengurangan jumlah staf sekitar 25% dalam setahun terakhir.
WHO juga menghadapi kekurangan pendanaan untuk program kerja dasar 2026–2027 yang memiliki anggaran sebesar US$4,2 miliar. Pada Mei 2026, masih terdapat kekurangan pendanaan sekitar US$300 juta meski anggaran awal telah dipangkas lebih dari US$1,1 miliar setelah keluarnya Amerika Serikat.
Dalam konteks tersebut, pengalaman Budi di bidang keuangan dan manajemen korporasi menjadi salah satu aspek yang berpotensi diperhitungkan dalam pemilihan.
Budi juga memiliki pengalaman dalam diplomasi kesehatan global. Ia menjadi salah satu arsitek Pandemic Fund yang diselenggarakan Bank Dunia dan diluncurkan di Bali pada 2022.
Indonesia sendiri memberikan kontribusi sukarela sekitar US$30 juta kepada WHO pada bulan lalu untuk membantu menutup kesenjangan pendanaan organisasi tersebut. Kontribusi itu mendapat apresiasi dari Tedros melalui unggahan di LinkedIn.
Di sisi lain, pengalaman Budi dalam menangani pandemi COVID-19 menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebagai Menteri Kesehatan. Ia ditunjuk memimpin Kementerian Kesehatan pada akhir 2020 ketika Indonesia masih menghadapi pandemi.
Baca Juga: Menkes Budi Sedih Dokter Hina Pasien BPJS, KKI Kantongi 10 Nama Nakes Diduga Nirempati
Baca Juga: Kasus Kanker Indonesia Tembus 1,13 Juta, Menkes Budi Gunadi Sadikin Tekankan Pentingnya Deteksi Dini
Sementara itu, tiga kandidat lainnya memiliki latar belakang yang lebih dekat dengan bidang kesehatan. Hanan Balkhy merupakan Direktur Regional WHO untuk kawasan Mediterania Timur, sedangkan Hans Kluge merupakan Direktur Regional WHO untuk Eropa. Hanan Mohammed Al-Kuwari merupakan mantan Menteri Kesehatan Masyarakat Qatar.
Batas waktu pengajuan kandidat ditetapkan pada 24 September 2026. Pemilihan Direktur Jenderal WHO dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027 dalam World Health Assembly ke-80 di Jenewa. Kandidat terpilih akan mulai menjabat pada 16 Agustus 2027 setelah masa jabatan Tedros berakhir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri