Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran Rakabuming Raka ternyata belum membuat elektabilitasnya di bursa calon wakil presiden (cawapres) anjlok. Dalam survei terbaru Media Survei Nasional (Median), Gibran justru masih menempati posisi teratas dengan jarak cukup lebar dari nama-nama lain.
Hasil survei Median mencatat elektabilitas Gibran untuk pertanyaan pilihan wakil presiden mencapai 20,1 persen. Angka tersebut muncul ketika Gibran masih menjadi sorotan publik, termasuk terkait dokumen pendidikannya yang belakangan dipertanyakan.
Di bawah Gibran, terdapat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 13,5 persen, disusul Dedi Mulyadi 11,2 persen, Mahfud MD 7,9 persen, dan Anies Baswedan 6,6 persen.
Baca Juga: Elektabilitas Gerindra Terus Melaju, PDIP Makin Tertinggal Jauh
Meski unggul secara keseluruhan, Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan kekuatan Gibran tidak merata di seluruh wilayah. Peta persaingan cawapres justru menunjukkan dinamika yang berbeda jika dilihat berdasarkan wilayah.
"Gibran walaupun dia unggul ya secara resultannya, tetapi dia baru unggul di dua wilayah. Yaitu Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, kemudian Sulawesi, Indonesia Timur," katanya.
Sementara itu, AHY tercatat lebih unggul di wilayah Sumatera serta Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun Dedi Mulyadi menguasai Jawa Barat beserta wilayah di sekitarnya, termasuk Banten dan DKI Jakarta.
Tak hanya bursa cawapres yang menarik perhatian. Dalam simulasi calon presiden, Presiden Prabowo Subianto masih menjadi nama terkuat dengan elektabilitas 32,2 persen.
Baca Juga: Terungkap 5 Alasan Publik Puas terhadap Prabowo-Gibran, MBG Nomor 1, Disusul Program...
Persaingan di bawah Prabowo terbilang jauh lebih ketat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 19,8 persen, sementara Anies Baswedan menempel dengan 19,5 persen. Keduanya hanya terpaut 0,3 poin.
Nama Ganjar Pranowo kemudian memperoleh elektabilitas 4,5 persen. Setelahnya terdapat Sherly Tjoanda sebesar 3,5 persen, AHY 2,3 persen, Joko Widodo (Jokowi) 2 persen, dan Gibran Rakabuming Raka juga 2 persen.
Dua nama lain yang turut masuk dalam daftar yakni Mahfud MD dengan elektabilitas 1,8 persen dan Purbaya Yudhi Sadewa sebesar 1,3 persen.
Survei Median tersebut dilakukan berdasarkan kondisi politik saat pengambilan data. Penelitian berlangsung pada 21 Juli-2 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.212 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara tatap muka atau face-to-face interview. Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,76 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: