Manuver Politik Canggih di Balik Video Budi Arie dan Jokowi, Mahfud MD: Nama Dia Itu Harus Beredar
Kredit Foto: Istimewa
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD memiliki pembacaan berbeda terhadap polemik video dari Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Alih-alih melihatnya semata sebagai kegaduhan politik, ia menilai kemunculan video tersebut bisa dibaca sebagai bagian dari strategi politik untuk menjaga hidupnya nama dari Jokowi.
Mahfud melihat ada keuntungan politik bagi mantan presiden itu dari situasi tersebut. Menurut dia, semakin nama sosok itu dibicarakan, semakin kuat pula eksistensinya dalam percakapan politik nasional.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Depan Mata, Mahfud MD: Sesudah Undang-undang Ini Berlaku, Segeralah Lapor ke KPK
"Secara politis ini menguntungkan Pak Jokowi. Nama Pak Jokowi itu harus beredar, dari sisi itu bagus. Ini bagian dari permainan politik yang canggih menurut saya," papar Mahfud di YouTube Mahfud MD Official, dikutip Selasa (1/9/2026).
Mahfud tidak secara langsung menyebut siapa yang berada di balik manuver tersebut. Namun, ia membaca munculnya video dan reaksi publik setelahnya sebagai fenomena yang dapat memberikan keuntungan politik bagi pihak tertentu.
Menurutnya, sebuah isu yang terus menjadi perbincangan dapat membuat figur yang bersangkutan tetap memiliki panggung politik. Dalam Jokowi, polemik mengenai kemungkinan perubahan arah politik menjelang pemilu 2029.
Sebelumnya, banyak pihak mengkritik pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie. Ia diketahui membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.
Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.
Baca Juga: Kubu Jokowi: Saya Sangat Merindukan Mau Melihat Mas Roy Suryo Melakukan Atraksi di Depan Hakim
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: