Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Puji China Tak Cawe-cawe di Selat Hormuz Jelang Xi Jinping ke AS

Trump Puji China Tak Cawe-cawe di Selat Hormuz Jelang Xi Jinping ke AS Kredit Foto: AFP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji sikap China yang dinilai tidak banyak ikut campur dalam konflik di Selat Hormuz. Pujian itu disampaikan menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington DC.

Trump mengatakan Xi akan berkunjung ke AS dalam beberapa pekan mendatang. Namun, Trump belum mengungkap tanggal pasti maupun agenda kunjungan tersebut.

"Dia akan datang dalam beberapa pekan mendatang. Dia menantikannya. Saya juga menantikan kedatangannya. Kami punya hubungan baik," ujar Trump pada Senin (2/9), dikutip dari South China Morning Post (SCMP).

Trump juga menyoroti sikap China terkait konflik yang berlangsung di Selat Hormuz. Menurut Trump, Beijing relatif tidak aktif mengambil peran dalam situasi tersebut.

"Bahkan dengan Selat Hormuz, dia relatif tak aktif. Dia relatif tak aktif dibanding apa yang seharusnya dia lakukan," ucap presiden AS itu.

Trump kemudian menyatakan rasa hormatnya terhadap Xi Jinping. Ia juga meyakini pemimpin China tersebut kembali menghormati Amerika Serikat setelah hubungan kedua negara sempat memanas.

"Saya kira dia menghargai saya, dan saya kira dia menghormati negara kita lagi. Dia tak menghormati negara kita dua tahun lalu, dia menertawakan negara kita," ucap Trump.

Baca Juga: Parlemen AS Mulai Berseberangan dengan Trump, Perang 6 Bulan ke Iran Disebut Gagal Total

Komentar Trump muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi sinyal soal kebijakan sanksi terhadap China. Bessent mengindikasikan bank-bank China tidak akan menjadi target sanksi AS terkait dukungan terhadap Iran.

Sebelumnya, Washington meningkatkan tekanan terhadap berbagai entitas asing yang dianggap membantu Iran di tengah konflik yang masih berlangsung. Bank-bank China sempat dilaporkan masuk dalam kemungkinan sasaran sanksi AS.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: