Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pengamat Politik Heru Subagia kembali melontarkan kritik tajam terhadap Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi. Kali ini, Heru menyoroti keberanian gubernur itu dalam menghadapi persoalan korupsi, terutama berbagai kasus besar yang berkaitan dengan Jawa Barat.
Heru menilai seorang pemimpin daerah semestinya memiliki keberanian dan ketegasan ketika berhadapan dengan persoalan korupsi. Namun, menurut dia, sikap politikus itu justru belum menunjukkan karakter pemimpin yang berani menghadapi koruptor kelas kakap.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Heran Kuningan Dilabeli Miskin: Saya Keliling, Rumah Warganya Sangat Bagus dan Mewah
“Dan karenanya, sekali lagi saya sudah tidak ada tedeng aling-aling. Dedi Mulyadi adalah ayam sayur. Dedi Mulyadi adalah raja kecil,” ujar Heru, dikutip Rabu (2/9/2026).
Istilah “ayam sayur” digunakannya untuk menyindir apa yang dia nilai sebagai keberanian politikus itu yang tidak cukup kuat ketika menghadapi persoalan korupsi berskala besar.
Menurut Heru, Dedi sebagai gubernur seharusnya membuatnya memiliki tanggung jawab moral untuk bersikap tegas terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
Terlebih, isu pemberantasan korupsi belakangan kembali mendapat perhatian setelah ia berkomunikasi dengan sejumlah aktivis antikorupsi serta pihak yang membawa isu hukuman berat bagi koruptor.
Heru mempertanyakan konsistensi sikap tersebut dengan rekam jejak kepemimpinan sang politikus itu dalam menyikapi persoalan korupsi.
Dia bahkan menyoroti keputusan sejumlah aktivis untuk memenuhi undangan Dedi Mulyadi. Menurut Heru, aktivis yang membawa agenda pemberantasan korupsi seharusnya tetap menjaga independensi dan tidak mudah masuk ke dalam ruang kepentingan politik praktis.
“Jika seandainya Anda mengetahui juga atau setidaknya tahu Dedi Mulyadi adalah pemimpin yang sangat takut dengan koruptor, mengapa Anda harus datang? Mengapa Anda melayani undangannya?” tukasnya.
Baca Juga: PSI: Kami Tidak Ingin Bersama dengan Orang yang Mengatakan Projo Itu Bukan Pro-Jokowi
Bagi Heru, persoalan korupsi bukan sekadar isu yang dapat digunakan dalam komunikasi politik. Isu tersebut menyangkut kepentingan publik sehingga setiap pihak yang membawanya harus berhati-hati agar tidak kehilangan independensi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: