Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tingkatkan Kualitas Gula Nasional, PG Pradjekan Gandeng Petani Tebu

Tingkatkan Kualitas Gula Nasional, PG Pradjekan Gandeng Petani Tebu Kredit Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Warta Ekonomi, Surabaya -

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) Pabrik Gula (PG) Pradjekan Bondowoso, Rolis Wikarsono mengajak para petani tebu untuk meningkatkan kualitas tebu terbaik berbasis MBS (Manis, Bersih, dan Segar). 

‎‎Menurutnya, untuk menghasilkan tebu berkualitas baik menjadi salah satu kunci untuk memperoleh hasil panen yang optimal petani. Selain itu, kualitas tebu yang baik memiliki peran sangat penting dalam menentukan bahan baku untuk produksi gula yang diterima pabrik. Tebu yang dipanen pada tingkat kemasakan optimal, minim kotoran, serta segera dikirim setelah ditebang dapat membantu menjaga kualitas tebu dan mendukung proses pengolahan yang lebih optimal.

‎‎“Petani harus terus menjaga kualitas tebunya. Tebu yang memiliki kualitas berbasis MBS akan menghasilkan yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT Sinergi Gula Nusantara ( SGN ) agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Dengan hasil yang baik, tentu harapannya pendapatan petani juga dapat meningkat,” tegas Rolis

‎‎Lebih lanjut Rolis menjelaskan, kualitas tebu tidak hanya berkaitan dengan hasil produksi, tetapi juga berpengaruh terhadap nilai yang diperoleh dari hasil panen. Semakin baik kualitas tebu yang dikirimkan, semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil pengolahan dan rendemen yang optimal.

‎‎Sementara itu Genaral Manager PG Pradjekan R. Candra Sakti Wijaya mengungkapkan, PG Pradjekan dibawah naungan SGN terus memperkuat sinergi dengan petani tebu melalui pengelolaan bahan baku dan proses pengolahan yang optimal. 

‎Menurutnya, kolaborasi dengan petani ini  diharapkan dapat menciptakan ekosistem pergulaan yang semakin produktif, memberikan nilai tambah bagi petani, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani tebu.

Baca Juga: Petani Tebu Siap Gelar Aksi di Depan Istana, Tuntut HPP Gula Naik Jadi Rp16.875 per Kilogram

‎‎"Kami secara konsisten menunjukkan hasil dan rendemen yang baik turut didukung oleh pasokan tebu yang berkualitas dari petani," ucap Candra

‎Candra mengungkapkan, pihaknya terus meningkatkan produksi gula  yang di hasilkan PG Pradjekan  salah satunya  ialah target diakhir tahun 2026 ini  giling tebu sebesar  479 juta ton atau 73,20% dari target produksi gula PG Pradjekan. Target ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya dimana realisasinya per 31 Agustus 2025 lalu bisa mencapai 351 juta ton tebu.

‎‎Sementara induk PG Pradjekan yakni, SGN telah menargetkan giling tebu sebesar 14,5 juta ton dengan target produksi gula kristal putih sekitar 1,07 juta ton hingga 1,1 juta ton. SGN saat ini telah memenuhi 34 % dari ‎target produksi gula nasional.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Fajar Sulaiman