Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Berpotensi Kalah di Darat, Trump Disebut Pertimbangkan Serang Iran Pakai Nuklir

Berpotensi Kalah di Darat, Trump Disebut Pertimbangkan Serang Iran Pakai Nuklir Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk menghadapi Iran di tengah konflik yang terus meningkat antara kedua negara. Opsi tersebut mencakup operasi militer terbatas hingga serangan nuklir.

Menurut Russia Today, mantan penasihat antiterorisme Amerika Serikat Joe Kent menyatakan bahwa upaya Trump untuk menggulingkan kepemimpinan Iran melalui cara konvensional dinilai tidak berhasil.

Kent menyebut, jika Washington masih ingin menyingkirkan kepemimpinan Iran, terdapat dua opsi yang tersisa. Pertama, melancarkan operasi darat dalam skala penuh. Namun, opsi tersebut dinilai tidak layak mengingat luas wilayah dan besarnya populasi Iran.

Opsi kedua adalah serangan nuklir terbatas yang diarahkan ke fasilitas bawah tanah pengayaan uranium Iran. Menurut Kent, opsi tersebut dinilai cukup realistis dalam situasi saat ini.

Di sisi lain, Trump disebut berencana melanjutkan serangan besar-besaran terhadap Iran setelah bentrokan militer yang terjadi pekan lalu di sekitar Selat Hormuz.

Tiga pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada media Axios bahwa rencana tersebut telah disusun oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) dan mendapat dukungan Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Serangan terbatas itu disebut akan menyasar situs rudal dan radar Iran.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump masih mempertahankan seluruh opsi yang tersedia. Menurut pejabat tersebut, Iran ingin mencapai kesepakatan, tetapi dinilai selalu terlambat dan kekurangan dana.

Trump juga mengancam akan melancarkan serangan keras terhadap Iran sebagai respons atas serangan Iran terhadap target militer AS di Timur Tengah.

Ketegangan tersebut berlangsung setelah serangkaian serangan dan aksi balasan antara AS dan Iran. Konflik itu telah menyebabkan kematian sejumlah pejabat pertahanan tinggi Iran dan memicu eskalasi serangan balasan ke Israel serta pangkalan militer AS.

Selain opsi militer, pemerintahan Trump juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Trump telah meluncurkan apa yang disebut sebagai "Hari-H Ekonomi" melalui penerapan sanksi ketat terhadap hampir 60 entitas.

Baca Juga: Gerindra: Gaya Prabowo Mirip Donald Trump di Amerika Serikat

Sejumlah entitas yang menjadi sasaran sanksi tersebut berbasis di China. Kebijakan itu diarahkan untuk semakin mengisolasi Iran secara ekonomi.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa setiap entitas yang memfasilitasi pencucian uang atas nama Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS.

Dengan meningkatnya tekanan militer dan ekonomi tersebut, opsi yang dipertimbangkan Washington menunjukkan eskalasi pendekatan AS terhadap Iran di tengah konflik kedua negara yang terus memanas.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat