Kredit Foto: Uswah Hasanah
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memasukkan enam saham ke dalam daftar Unusual Market Activity (UMA) setelah mencermati adanya pola transaksi yang tidak biasa.
Keenam saham tersebut yakni PT Oxala Energy International Tbk (PIPA), PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES), PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI).
Namun, status tersebut tidak otomatis berarti emiten telah melakukan pelanggaran atau terdapat masalah tertentu di balik pergerakan sahamnya.
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan menegaskan, pengumuman UMA merupakan bagian dari pengawasan bursa terhadap aktivitas perdagangan saham.
"Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," ujar Endra dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (3/9/2026).
Pergerakan saham-saham tersebut terlihat beragam pada awal perdagangan Kamis (3/9/2026). Berdasarkan data hingga menjelang sesi I perdagangan, lima dari enam saham yang masuk UMA tercatat mengalami penurunan. Berikut pergerakannya:
- BELI turun 44 poin atau 10,8% ke level Rp362 per saham.
- SQMI terkoreksi 8 poin atau 7,92% menjadi Rp93 per saham.
- PIPA melemah 10 poin atau 4,7% ke level Rp202 per saham.
- KKES turun 3 poin atau 3,19% menjadi Rp91 per saham.
- NATO turun 15 poin atau 1,5% ke level Rp960 per saham.
Sedangkan BSIM naik 15 poin atau 1,2% ke level Rp1.245 per saham. Saham tersebut sempat bertengger di level Rp1.310 per saham.
Baca Juga: BEI Minta Penjelasan Saham ARTO Bergejolak, Ini Jawaban Bank Jago
Baca Juga: BEI Minta Penjelasan soal Penggeledahan KPK, Ini Jawaban ADRO
Baca Juga: RUPSLB BEI Ditunda, OJK: Hari Jumat Baru Kita Bahas
BEI Minta Investor Cermati Respons Emiten
BEI mengingatkan investor agar tidak hanya mencermati pergerakan harga, tetapi juga memperhatikan informasi dan penjelasan yang disampaikan perusahaan tercatat sebagai respons atas permintaan konfirmasi dari bursa.
Bursa juga masih memantau perkembangan pola transaksi pada keenam saham tersebut.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para Investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa," kata Endra.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: