Catatan Kriminolog, Hercules Pernah Berseteru dengan Elite TNI dari Sutiyoso hingga Gatot Nurmantyo
Kredit Foto: Instagram/Gus Miftah
Kriminolog Reza Indragiri menepis spekulasi publik yang menyebut bahwa Ketua Umum organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, merupakan sosok binaan institusi militer atau TNI.
Analisis ini disampaikan Reza dengan menyoroti sejumlah dinamika dan rekam jejak hubungan Hercules dengan para petinggi militer di masa lalu.
Menurut Reza, dugaan bahwa Hercules adalah "peliharaan" tentara sangat tidak berdasar jika melihat sejarah perdebatan terbukanya dengan sejumlah purnawirawan.
"Kalau memang Hercules adalah peliharaan tentara, niscaya tidak akan terjadi gontok-gontokan di ruang publik semacam dengan berbagai tokoh TNI," tegas Reza dalam analisis terbarunya.
Reza mencontohkan ketegangan yang pernah terjadi antara Hercules dengan mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus purnawirawan TNI, Sutiyoso.
Saat itu, Sutiyoso melontarkan kritik keras terhadap sejumlah ormas yang kerap bertindak arogan layaknya aparat tentara. Pernyataan tersebut langsung memicu respons keras dari Hercules.
"Saat itu, Hercules sebut Sutiyoso sudah 'bau tanah'," kata
Selain Sutiyoso, Reza juga menyinggung nama-nama jenderal besar lainnya yang pernah secara terbuka mengkritik sepak terjang Hercules.
Di antaranya adalah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Mayjen (Purn) Yayat Sudrajat.
Lebih jauh, Reza juga menyoroti spekulasi mengenai kedekatan Hercules dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Isu ini kerap muncul karena Hercules pernah mengklaim dirinya sebagai penerima penghargaan Satyalencana Seroja serta memiliki riwayat yang dikaitkan dengan operasi pertahanan di masa lalu.
Namun, Reza meragukan klaim binaan tersebut. Ia merujuk pada pengalamannya saat menjadi saksi ahli dalam sidang Peradilan Militer Yogyakarta beberapa tahun silam, yang melibatkan personel Kopassus, Serda Ucok, dalam kasus pembunuhan terhadap preman.
Dalam persidangan itu, Serda Ucok secara tegas menyatakan perang terhadap premanisme.
"Saya akan melawan premanisme. Saya akan bekerja sama dengan warga Jogja untuk memberantas premanisme," ujar Reza menirukan komitmen Serda Ucok kala itu.
Bagi Reza, sikap tegas Serda Ucok yang mendapat dukungan luas dari masyarakat membuktikan bahwa Kopassus sangat anti terhadap praktik premanisme.
Fakta ini, menurutnya, semakin mementahkan spekulasi bahwa institusi elite tersebut membina tokoh yang kerap dikaitkan dengan dunia jalanan.
Di akhir analisisnya, Reza Indragiri mengaku masih menyimpan pertanyaan besar. Ia mempertanyakan dari mana sebenarnya sumber pengaruh yang membuat nama Hercules tetap memiliki daya gentar di tengah masyarakat, meski berbagai catatan hukum di masa lalunya telah menjadi konsumsi publik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat