Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ormas Hercules Dituding Biang Ricuh, Publik Desak Dibubarkan

Ormas Hercules Dituding Biang Ricuh, Publik Desak Dibubarkan Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gelombang penolakan terhadap organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya semakin menguat. Sebuah petisi di change.org yang dibuat akun Want Safe Home pada Minggu (30/8/2026) mendesak pemerintah segera membubarkan ormas pimpinan Rosario de Marshall alias Hercules.

Dorongan ini muncul setelah kericuhan besar pasca demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Kamis (27/8/2026). GRIB Jaya dituding bukan meredam situasi, melainkan ikut turun ke jalan dan melakukan penyerangan.

"Pada tanggal 27 Agustus 2026, terjadi kerusuhan besar pasca demo di depan Gedung DPR RI. Organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya yang seharusnya menjaga ketertiban, malah bertindak sebaliknya. Alih-alih membantu mengendalikan situasi, mereka turun ke jalan dan menyerang siapa saja yang ada di sana," tulis pembuat petisi, dikutip Rabu (2/9).

Tragedi paling menyita perhatian adalah tewasnya Bambang Setiawan (60), seorang penjual cermin yang tidak terlibat aksi. Ia diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan Pejompongan setelah mengantar orang ke RS Pelni bersama anaknya. Rekaman pengeroyokan tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.

"Salah satu korban dari tindakan brutal ini adalah seorang warga yang tidak terlibat dan tidak tahu-menahu, yang akhirnya tewas dikeroyok oleh anggota ormas GRIB," kata pembuat petisi.

Pembuat petisi menilai GRIB Jaya kerap bertindak layaknya aparat, namun justru menimbulkan ketakutan. Rekam jejak ormas ini disebut penuh dengan intimidasi, kekerasan, dan pelanggaran hukum.

"Ini bukan kali pertama GRIB Jaya terlibat dalam insiden berbahaya dan meresahkan. Rekam jejak mereka penuh dengan laporan intimidasi, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia," ujarnya.

Baca Juga: Hercules GRIB: 'Kalau Kamu Datang dengan Setan Iblis, Saya Kirim Kamu ke Neraka!'

"Kami menginginkan lingkungan yang aman di mana hukum ditegakkan secara adil dan tidak ada kelompok yang mengklaim kekuasaan untuk bertindak di luar batas legal. Masyarakat Indonesia berhak hidup tanpa ketakutan akan kekerasan dari ormas tidak bertanggung jawab," tandasnya.

Hingga Senin (31/8/2026) malam, dukungan terhadap pembubaran GRIB Jaya telah mencapai 14.549 tanda tangan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya