Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

FAS Tawarkan Solusi Operasional Terintegrasi untuk Dukung Ekspansi Bisnis

FAS Tawarkan Solusi Operasional Terintegrasi untuk Dukung Ekspansi Bisnis Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pertumbuhan bisnis yang cepat kerap diikuti berbagai persoalan operasional, mulai dari peningkatan jumlah pesanan, bertambahnya jenis produk atau Stock Keeping Unit (SKU), hingga lonjakan permintaan pada periode tertentu.

Kondisi tersebut membuat sejumlah perusahaan perlu menambah kapasitas gudang, sistem, dan tenaga kerja. Namun, pembangunan infrastruktur secara mandiri membutuhkan investasi dan waktu yang tidak sedikit.

Perusahaan penyedia layanan operasional FAS menawarkan solusi pengelolaan bisnis terintegrasi bagi brand yang ingin memperluas skala usaha tanpa harus membangun seluruh infrastruktur operasional dari awal.

FAS, yang merupakan bagian dari ekosistem Blibli, menyediakan layanan mulai dari pengelolaan e-commerce, fulfillment, hingga distribusi offline.

Director FAS Alvin Hadibowo mengatakan pertumbuhan bisnis yang cepat sering kali membuat kebutuhan operasional berubah dalam waktu singkat.

“Pertumbuhan bisnis itu dinamikanya sangat cepat. Dalam kurun waktu singkat, brand bisa mendadak kebanjiran SKU, lonjakan order, atau lonjakan transaksi saat peak season,” ujar Alvin dalam keterangannya, Rabu (20/8/2026).

Menurutnya, perusahaan membutuhkan kapasitas operasional yang dapat disesuaikan dengan perkembangan volume transaksi.

“FAS hadir agar kapasitas operasional brand bisa ikut menyesuaikan kebutuhan tersebut secara fleksibel, tanpa mereka harus terus-menerus membangun gudang baru atau menambah tim sendiri,” katanya.

FAS Andalkan Layanan Fulfillment dan Pengelolaan Multikanal

Melalui layanan FAS Fulfillment, perusahaan menyediakan pengelolaan inventori, penyimpanan, pengemasan, hingga pemrosesan pesanan secara terpusat.

Sistem tersebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) untuk membantu pengelolaan stok dan pesanan dari berbagai kanal penjualan.

FAS menyebut kapasitas pemrosesan dapat disesuaikan dengan perubahan volume transaksi. Hal ini menjadi salah satu kebutuhan utama bagi bisnis yang menghadapi lonjakan pesanan saat periode promosi maupun peak season.

Layanan fulfillment tersebut juga terhubung dengan FAS Enabler untuk pengelolaan e-commerce multikanal serta FAS Distribution yang menangani distribusi produk ke pasar offline.

Dengan sistem tersebut, pengelolaan kanal penjualan, stok, pengiriman, dan distribusi dapat dilakukan dalam satu ekosistem operasional.

FAS memiliki pengalaman operasional dari ekosistem Blibli selama lebih dari 15 tahun. Perusahaan ini juga mengoperasikan lebih dari 15 gudang di sejumlah wilayah Indonesia.

Bantu Brand Tingkatkan Volume Pesanan

FAS mengklaim pendekatan operasional terintegrasi tersebut telah digunakan oleh sejumlah mitra dari berbagai sektor.

Di sektor kecantikan, salah satu brand yang menggunakan layanan FAS disebut mengalami peningkatan volume pesanan hingga 5,8 kali lipat dalam waktu lima bulan.

Sementara di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), FAS mengklaim mampu membantu mempercepat waktu pemrosesan pesanan hingga 70 persen serta menekan angka pembatalan transaksi hingga 35 persen.

Selain sektor kecantikan dan FMCG, FAS juga menangani mitra dari kategori gadget, elektronik rumah tangga, dan fashion.

Alvin mengatakan kesiapan operasional menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan dalam menghadapi perubahan tren dan peningkatan permintaan pasar.

“Lewat dukungan operasional yang adaptif, fokus kami adalah mendampingi brand dalam mengubah setiap lonjakan tren menjadi pertumbuhan bisnis jangka panjang,” kata Alvin.

Keberadaan layanan operasional pihak ketiga kini menjadi salah satu alternatif bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnis tanpa harus menambah investasi besar untuk pembangunan gudang, teknologi, dan tenaga kerja secara mandiri.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: