Asap Karhutla Kalimantan Sampai Filipina, Ilmuwan Atmosfer Sebut Ada Pola Angin Tak Biasa
Kredit Foto: NASA Earth
Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dilaporkan melintas hingga Filipina. Kondisi tersebut turut berdampak pada kualitas udara di wilayah Ibu Kota Filipina, Metro Manila.
Kualitas udara di sejumlah wilayah Metro Manila dilaporkan merosot tajam pada awal pekan ini. Data pemantauan Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR-EMB) serta laporan konsorsium Breathe Metro Manila menunjukkan peningkatan polusi udara.
Sejumlah wilayah, termasuk Paranaque dan Las Pinas, mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) lebih dari 200 hingga 270. Angka tersebut masuk kategori sangat berbahaya.
Ilmuwan atmosfer dari Universitas Filipina Gerry Bagtasa mengatakan, asap dari kebakaran lahan gambut di Kalimantan terbawa ke wilayah Filipina akibat pola angin yang tidak biasa.
Menurut dia, angin muson barat daya membawa asap dari Kalimantan melintasi garis khatulistiwa hingga mencapai Metro Manila, Luzon Tengah, dan sebagian wilayah Visayas.
"Topan dan El Nino ini menarik angin muson barat daya dan bersamaan dengan itu, emisi dari kebakaran di Kalimantan," kata Bagtasa.
Selain peningkatan AQI, konsentrasi partikel halus PM2.5 di udara Metro Manila juga dilaporkan meningkat hingga lebih dari empat kali lipat dari batas aman harian yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi tersebut memicu peringatan bagi masyarakat, terutama karena partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Ketua Program Fellowship Penyakit Infeksi Dewasa dan Kedokteran Tropis di Rumah Sakit San Lazaro Manila, Rontgene M. Solante, meminta masyarakat menggunakan masker N95 ketika berada di luar ruangan.
Baca Juga: Asap Karhutla Kalimantan Terbang ke Malaysia, Menhut: Lindungi Rakyat Sekaligus Tetangga
Menurut Solante, penggunaan masker juga diperlukan bagi orang dewasa yang sehat karena paparan partikel halus dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan.
Penyebaran asap lintas negara ini menunjukkan dampak karhutla di Kalimantan tidak hanya dirasakan di wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer dan pola angin dapat membawa polutan hasil pembakaran hingga ke wilayah negara lain.
Di tengah musim kemarau dan kondisi El Nino, kebakaran lahan gambut menjadi perhatian karena asap yang dihasilkan dapat bertahan dan menyebar mengikuti pergerakan angin.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat