- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Petani Makin Tak Sejahtera, Zulhas Khawatir Sawah Dijual dan Produksi Pangan Terancam
Kredit Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan ancaman terhadap ketahanan pangan nasional jika kesejahteraan petani tidak ikut diperhatikan. Menurutnya, tekanan ekonomi yang membuat petani tidak sejahtera dapat mendorong mereka menjual atau menggadaikan sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan.
Zulhas menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap hanya sebagai masalah ekonomi rumah tangga petani. Jika lahan pertanian semakin banyak berpindah tangan akibat kondisi ekonomi petani, kemampuan Indonesia dalam menjaga produksi pangan nasional juga dapat ikut terancam.
"Lama-lama petani ini nggak punya sawah lagi karena miskin. Sawahnya dijual atau digadai, tuh dampaknya soal makan," kata Zulhas.
Menurutnya, keberadaan petani yang sejahtera menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Petani tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat kebijakan pangan, tetapi merupakan pihak yang secara langsung menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Zulhas kemudian mencontohkan kondisi yang terjadi pada 2024 ketika Indonesia masih melakukan impor beras. Menurut dia, situasi tersebut turut berdampak terhadap harga gabah yang diterima petani di dalam negeri.
Ketika harga gabah mengalami tekanan, pendapatan petani juga berpotensi ikut terpengaruh. Dalam kondisi berkepanjangan, tekanan tersebut dapat membuat petani kesulitan mempertahankan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.
Zulhas mengingatkan bahwa persoalan tersebut memiliki dampak yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar naik atau turunnya pendapatan petani. Hilangnya lahan dari tangan petani dapat memengaruhi keberlangsungan kegiatan produksi pangan di masa mendatang.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu melihat ketahanan pangan dari sisi produsen sekaligus konsumen. Ketersediaan pangan di pasar tidak akan cukup menjamin ketahanan pangan jika keberadaan petani sebagai produsen justru semakin tertekan.
Zulhas menegaskan persoalan pangan tidak semata-mata berbicara mengenai apakah masyarakat dapat menemukan makanan di atas meja. Ada persoalan keberlanjutan produksi yang harus dijaga agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terus dipenuhi.
Baca Juga: Zulhas Ungkap Belajar Jadi Orang Kaya dari Pedagang di Pasar Mester, Berawal dari Rasa Penasaran
Menurut dia, kesejahteraan petani memiliki hubungan erat dengan kemampuan Indonesia mempertahankan produksi pangan. Semakin kuat posisi petani dalam mempertahankan lahan dan menjalankan usaha pertanian, semakin besar pula peluang keberlanjutan produksi pangan nasional.
Peringatan tersebut juga menunjukkan pentingnya menjaga agar kebijakan pangan tidak hanya berorientasi pada kepentingan konsumen. Kebijakan yang menekan harga pangan perlu tetap memperhitungkan kondisi petani agar harga yang diterima produsen tidak justru membuat usaha pertanian semakin sulit dipertahankan.
Dengan demikian, ancaman terhadap ketahanan pangan bukan hanya muncul ketika pasokan beras atau komoditas pangan berkurang. Kondisi petani yang tidak sejahtera hingga berujung pada hilangnya lahan pertanian juga dapat menjadi persoalan serius bagi keberlanjutan pangan Indonesia.
Zulhas pun kembali menekankan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan. Sebab, menjaga sawah dan memastikan petani tetap mampu bertani pada akhirnya merupakan bagian dari upaya menjaga pangan masyarakat dalam jangka panjang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: