Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'460 Jt ke Mana Duitnya?' Viral, Harta Gubernur Kalteng Agustiar Tembus Rp164 Miliar

'460 Jt ke Mana Duitnya?' Viral, Harta Gubernur Kalteng Agustiar Tembus Rp164 Miliar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tulisan “460 jt kemana lah duitnya” mendadak menjadi sorotan setelah muncul dalam sebuah tangkapan layar yang diduga berasal dari Instagram Close Friends Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Dalam gambar yang beredar, terlihat informasi rekening dengan nominal ratusan juta rupiah serta unggahan mengenai arisan senilai puluhan juta.

Tangkapan layar tersebut turut memperlihatkan tampilan kartu bank dan bagian yang disebut sebagai mutasi transaksi rekening. Pada gambar lainnya, tampak unggahan mengenai grup “Arisan 33 jt/20 hari” yang disertai keterangan, “Akhirnya bukibuk buka arisan juga wkwk.”

Beredarnya gambar tersebut kemudian memicu pertanyaan dari sejumlah pengguna media sosial. Sebagian warganet bahkan meminta agar informasi mengenai kekayaan pejabat publik diperiksa lebih lanjut.

“Sepertinya perlu audit,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam kolom komentar unggahan akun @publyx.

Namun, hingga artikel ini dibuat, belum ada klarifikasi dari Aisyah Thisia Agustiar mengenai keaslian tangkapan layar tersebut. Akun Instagram Aisyah juga diketahui menutup kolom komentar sehingga belum ada penjelasan terbuka mengenai gambar yang beredar.

Terlepas dari informasi yang belum terverifikasi tersebut, perhatian publik kemudian bergeser kepada data kekayaan Agustiar Sabran sebagai penyelenggara negara. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 31 Maret 2026, total harta Agustiar tercatat mencapai Rp164.180.823.408 atau sekitar Rp164,18 miliar.

Nilai tersebut berasal dari sejumlah komponen harta yang dilaporkan Agustiar kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu komponen terbesar dalam laporan tersebut adalah kas dan setara kas yang mencapai sekitar Rp110,07 miliar.

Selain kas dan setara kas, Agustiar melaporkan kepemilikan harta lainnya senilai Rp37.872.300.000. Nilai tersebut menjadi komponen terbesar kedua dalam daftar kekayaannya berdasarkan laporan LHKPN yang disampaikan pada 2026.

Sementara itu, tanah dan bangunan yang dilaporkan Agustiar memiliki nilai sekitar Rp11,5 miliar. Ia juga tercatat mempunyai alat transportasi dan mesin senilai Rp3.645.500.000 serta harta bergerak lainnya sekitar Rp424,93 juta.

Data LHKPN tersebut merupakan laporan kekayaan Agustiar sebagai pejabat negara dan tidak secara otomatis berkaitan dengan tangkapan layar yang beredar di media sosial. Belum ada informasi terverifikasi yang menunjukkan bahwa nominal sekitar Rp460 juta dalam gambar tersebut merupakan bagian dari harta yang dilaporkan Agustiar.

Meski demikian, munculnya tangkapan layar tersebut membuat profil kekayaan Gubernur Kalimantan Tengah kembali diperbincangkan. Perhatian warganet tidak hanya tertuju pada nominal yang terlihat dalam gambar, tetapi juga pada bagaimana kekayaan pejabat publik tercatat dalam laporan resmi.

Di sisi lain, permintaan audit yang disampaikan warganet masih sebatas respons di media sosial. Belum terdapat keterangan bahwa KPK atau lembaga berwenang telah menyatakan adanya dugaan pelanggaran berdasarkan tangkapan layar tersebut.

Baca Juga: Yusuf Dumdum: Hutan Hangus, Pejabat Kalteng Masih Sibuk Seremonial

Karena itu, dua hal perlu ditempatkan secara terpisah. Tangkapan layar mengenai nominal Rp460 juta dan arisan Rp33 juta masih merupakan materi yang beredar dan belum mendapatkan konfirmasi, sedangkan angka Rp164,18 miliar merupakan data kekayaan Agustiar yang tercantum dalam LHKPN.

Perbincangan mengenai kekayaan pejabat pun kembali menunjukkan pentingnya membedakan informasi yang beredar di media sosial dengan data yang telah dilaporkan melalui mekanisme resmi. Dalam kasus ini, klarifikasi mengenai asal-usul dan keaslian tangkapan layar menjadi penting sebelum muncul kesimpulan lebih jauh.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: