Kredit Foto: Istimewa
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan Pemilu berlangsung lebih cepat dari 2029 tidak memiliki persoalan dari sisi hukum.
Pernyataan Budi Arie tersebut menjadi sorotan setelah potongan videonya beredar di ruang publik. Dalam rekaman itu, Budi Arie menyampaikan spekulasi mengenai kemungkinan terjadinya percepatan politik atau Pemilu sebelum 2029 di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan sejumlah relawannya.
“Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?” ujar Budi Arie dalam rekaman tersebut.
Ia kemudian menyinggung kemungkinan gejolak sosial dan kondisi ekonomi sebagai faktor yang dapat memengaruhi dinamika politik.
Menurut Mahfud, pernyataan semacam itu tidak melanggar ketentuan hukum. Ia menilai pembahasan mengenai kemungkinan perubahan dinamika politik merupakan bagian dari diskursus politik dan ketatanegaraan.
“Secara hukum tidak ada yang melanggar. Tidak ada risiko hukum apa pun bagi Budi Arie,” ujar Mahfud dalam podcast Terus Terang di kanal YouTube Mahfud MD Official pada 31 Agustus 2026.
Meski demikian, Mahfud melihat persoalan tersebut dari sisi politik secara berbeda. Ia menduga beredarnya video tersebut bukan semata-mata akibat kebocoran yang tidak disengaja.
Menurut Mahfud, jika peredaran video itu memang sengaja dilakukan oleh tim Joko Widodo, langkah tersebut dapat dibaca sebagai strategi untuk kembali mengangkat posisi dan pengaruh kelompok Jokowi dalam percaturan politik nasional.
“Ini bagian dari permainan politik yang canggih. Kalau ini memang sengaja oleh timnya Pak Jokowi, menurut saya canggih dan strategi politik yang bagus,” tutur Mahfud.
Mahfud menilai kemunculan wacana tersebut dapat mendorong publik dan aktor politik kembali memperhitungkan posisi kelompok Jokowi. Reaksi dari kelompok politik lain juga dinilai dapat membuat isu tersebut semakin ramai diperbincangkan.
Sementara itu, Budi Arie telah memberikan klarifikasi bahwa pernyataannya merupakan pemetaan analisis pribadi dalam sebuah diskusi kebangsaan.
Wacana tersebut tetap menjadi perhatian karena menyentuh kemungkinan perubahan terhadap siklus politik nasional yang telah ditetapkan. Bagi Mahfud, terlepas dari ada atau tidaknya kemungkinan perubahan tersebut, isu yang muncul menunjukkan bagaimana sebuah pernyataan politik dapat digunakan untuk membentuk perhatian dan memengaruhi arah perbincangan publik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: