Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AHY Singgung Kekuasaan Tak Selamanya, PAN Jawab: Hidup Mati Bersama Prabowo

AHY Singgung Kekuasaan Tak Selamanya, PAN Jawab: Hidup Mati Bersama Prabowo Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung soal kekuasaan yang memiliki batas waktu dalam pidato politiknya. Dua hari setelah pernyataan itu disampaikan, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto justru menegaskan kesetiaan partainya kepada Presiden Prabowo Subianto.

Yandri ditanya mengenai pernyataan AHY saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026). Ia memilih tidak menerjemahkan maksud politik dari pernyataan Ketua Umum Demokrat tersebut.

"Ah, tanya AHY, saya kan bukan penerjemah AHY," kata Yandri.

Yandri meminta maksud pernyataan mengenai kekuasaan tersebut dikonfirmasi langsung kepada AHY. Ia kemudian menegaskan posisi PAN yang sejak awal berada di barisan pendukung Prabowo.

"Oh selalu kita, tiga kali dukung, begitu menang masa nggak dukung. Dukung terus, hidup mati bersama Pak Prabowo," katanya.

Pernyataan Yandri itu muncul setelah AHY menyampaikan pidato dalam peringatan 25 tahun Partai Demokrat di kantor DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026). Dalam pidatonya, AHY menekankan pentingnya menjaga demokrasi dan menghormati hak rakyat dalam menentukan pemimpin.

"Partai Demokrat pernah memimpin pemerintahan dan pernah berada di luar pemerintahan. Kita pernah menang dan pernah kalah. Pengalaman itu mengajarkan bahwa demokrasi harus kita jaga dalam keadaan apa pun," ujar AHY.

AHY kemudian mengingatkan kadernya mengenai pengalaman 10 tahun pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menilai pergantian kekuasaan setelah dua periode menjadi contoh bahwa transisi pemerintahan dapat berlangsung secara damai dan demokratis.

"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," kata AHY. Ia juga menegaskan bahwa kekuasaan dan jabatan memiliki waktunya masing-masing, sedangkan tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai.

Dalam pidato tersebut, AHY juga menekankan bahwa pemilu merupakan hak rakyat untuk memilih maupun dipilih. Menurutnya, siapa pun yang menang harus memperoleh kepercayaan rakyat, sementara pihak yang kalah harus menghormati kehendak rakyat.

Pernyataan AHY itu kemudian mendapat pembacaan berbeda dari sejumlah partai politik. Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai cara penyampaian dan standing position AHY seperti memberikan sinyal bahwa Ketua Umum Demokrat tersebut siap menjadi salah satu contender dalam Pilpres 2029.

Baca Juga: PSI sebut Wajar AHY Minta Publik Tiru SBY, Kalau Puji Jokowi Nanti Dikira Termul

Namun, pembacaan tersebut merupakan interpretasi Doli dan bukan pernyataan langsung dari AHY mengenai rencana pencalonannya. Dalam pidatonya, AHY lebih banyak berbicara mengenai pengalaman Demokrat, prinsip demokrasi, hak rakyat, serta pentingnya pergantian kekuasaan berlangsung secara damai.

Di sisi lain, Demokrat masih berada dalam pemerintahan Prabowo Subianto. AHY sebelumnya juga menempatkan partainya sebagai bagian dari pemerintahan yang memiliki tanggung jawab mengawal berbagai kebijakan pemerintah.

Kontras pernyataan tersebut membuat respons PAN terhadap pidato AHY ikut menjadi sorotan. Ketika Yandri menolak menafsirkan maksud AHY, ia justru memberikan penegasan mengenai sikap PAN yang memilih mempertahankan dukungan kepada Prabowo.

Sikap tersebut ditegaskan Yandri dengan menyebut PAN telah tiga kali memberikan dukungan kepada Prabowo. Menurutnya, kemenangan Prabowo menjadi alasan bagi PAN untuk terus berada di belakang pemerintahan dan mendukung Presiden hingga ke depan.

Pernyataan AHY mengenai batas kekuasaan tidak secara otomatis menunjukkan adanya perubahan sikap Demokrat terhadap pemerintahan Prabowo. Namun, respons Yandri menunjukkan bahwa PAN memilih menutup ruang tafsir atas posisi partainya dengan menegaskan loyalitas penuh kepada Prabowo.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama