Kejar Jokowi dan Gibran, AHY Disebut Nebeng Isu Budi Arie soal Persaingan Politik 2029
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pengamat politik Rocky Gerung menilai pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelang puncak perayaan HUT Partai Demokrat merupakan bentuk tes ombak menuju kontestasi politik 2029.
Menurut Rocky, pidato AHY yang menyinggung empati terhadap kesusahan rakyat serta pernyataan bahwa kekuasaan memiliki batas tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik menuju Pemilihan Presiden 2029.
Rocky menyebut langkah AHY juga merespons narasi mengenai persaingan politik lebih awal yang sebelumnya disampaikan Ketua Umum Partai Projo Budi Arie Setiadi.
"Lepas dari tingkat ketersukaan pada Presiden, AHY sebenarnya nebeng di dalam isunya Budi Arie. Budi Arie betul, dia mengonstatasi akan ada persaingan politik yang mendahului electoral season. AHY datang di belakang itu sebetulnya sebagai respons," ujar Rocky dalam tayangan YouTube Total Politik, 17 September 2026.
Meski sama-sama menyinggung persaingan politik lebih awal, Rocky melihat terdapat perbedaan dalam cara Budi Arie dan AHY menyampaikan isu tersebut.
Menurut dia, Budi Arie menyampaikan pandangannya secara spontan dengan gaya aktivis melalui kamera amatir. Sementara AHY membawakan pesan politik tersebut secara formal dan terstruktur serta disiarkan langsung di sejumlah stasiun televisi.
Rocky menilai format penyampaian pidato AHY menunjukkan adanya perhitungan terhadap konstelasi politik yang mungkin berkembang ke depan.
Rocky juga menyoroti tidak terlihatnya sejumlah ketua umum partai politik koalisi pemerintahan dalam acara puncak HUT Partai Demokrat, meski Presiden turut hadir.
Menurut Rocky, absennya para elite partai tersebut dapat berkaitan dengan pidato AHY yang disampaikan dua hari sebelumnya. Ia menilai partai-partai koalisi mulai memperhitungkan konsekuensi politik apabila hadir dalam acara tersebut.
"Koalisi mulai membaca. Karena dua hari sebelumnya AHY sudah ngomong. Jadi, seolah-olah nanti kalau mereka datang, itu mengiyakan AHY sebagai faktor alternatif untuk 2029," kata Rocky.
Ia menilai kehadiran para ketua umum partai koalisi berpotensi menimbulkan persepsi bahwa mereka ikut mendukung AHY dalam membangun posisi politik menuju 2029.
Baca Juga: Disebut Dapat Uang karena Bela Prabowo, Rocky Gerung: Saya Main Saham Sejak Kuliah
Kondisi tersebut, menurut Rocky, dapat menjadi pertimbangan bagi partai-partai koalisi untuk menjaga jarak dari narasi pencapresan dini.
"Karena itu, partai-partai berhitung. Mereka lebih baik tidak datang, menunggu arah isunya ke mana baru dia komentar," ujar Rocky.
Rocky melihat sikap tersebut sebagai bagian dari perhitungan politik partai-partai koalisi dalam menjaga posisi mereka di tengah dinamika pemerintahan dan kemungkinan persaingan politik menuju 2029.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: