Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rocky Gerung Sebut Gibran Langgar Kesepakatan soal Pertemuan Mereka: 'Dibocorin'

Rocky Gerung Sebut Gibran Langgar Kesepakatan soal Pertemuan Mereka: 'Dibocorin' Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Rocky Gerung mengungkap cerita di balik pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang selama ini tidak banyak diketahui publik. Rocky menyebut Gibran pernah datang ke rumahnya untuk belajar politik, tetapi pertemuan tersebut awalnya disepakati untuk tidak dibocorkan.

Rocky kemudian mengungkap cerita tersebut saat membahas dinamika politik Gibran dan posisi Wakil Presiden dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Rocky, kesepakatan mengenai pertemuan itu pada akhirnya justru dilanggar setelah Gibran disebut pernah mengungkap dirinya datang ke rumah Rocky.

"Dia datang ke rumah gue buat belajar politiklah. Ada dia pernah bilang tuh, 'Saya datang ke rumah Om Rocky buat belajar politik.' Padahal perjanjiannya jangan bocorin. Dibocorin," kata Rocky dalam tayangan YouTube Hendri Satrio Official.

Rocky tidak menjelaskan secara rinci kapan pertemuan tersebut berlangsung maupun materi politik yang dibicarakan bersama Gibran. Namun, ia menggambarkan kedatangan Gibran sebagai bagian dari upaya putra Presiden ke-7 Joko Widodo tersebut untuk berdiskusi dan belajar mengenai politik.

Cerita tersebut kemudian berkembang ketika Rocky mengaitkannya dengan arah politik Gibran menjelang Pemilu 2029. Rocky bahkan mengklaim bahwa posisi Wakil Presiden bukanlah tujuan akhir Gibran.

"Tanya pada Gibran, 'Lu masih mau jadi wapres nggak?' Pasti dia bilang nggak," ungkap Rocky.

Rocky kemudian memberikan penjelasan mengenai kesimpulannya tersebut. Ia menyebut Gibran memiliki target politik yang lebih tinggi dibandingkan sekadar mempertahankan atau kembali menduduki kursi Wakil Presiden.

"Karena dia mau jadi presiden," lanjut Rocky Gerung. Pernyataan itu merupakan pandangan dan klaim Rocky mengenai arah politik Gibran, bukan pernyataan langsung dari Gibran mengenai ambisinya menuju Pilpres 2029.

Nama Gibran sendiri masih muncul dalam peta elektabilitas menuju Pilpres 2029. Dalam survei Median yang dikutip Warta Ekonomi, Gibran memperoleh elektabilitas 20,1 persen dalam simulasi calon wakil presiden, menjadi salah satu nama dengan tingkat dukungan tertinggi dalam simulasi tersebut.

Namun, dalam simulasi calon presiden, elektabilitas Gibran jauh lebih rendah, yakni 2 persen. Posisi tersebut masih berada di bawah sejumlah nama seperti Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan yang masing-masing memperoleh 19,8 persen dan 19,5 persen dalam simulasi yang sama.

Baca Juga: Gibran Disebut Berpotensi Dijegal, Tak Bisa Maju Pilpres 2029

Rocky sebelumnya juga kerap membicarakan dinamika politik menuju 2029 dan posisi Gibran dalam hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo. Dalam analisis lain, ia mengaitkan keberadaan Gibran dengan kepentingan politik keluarga Jokowi dalam menghadapi kontestasi mendatang.

Meski demikian, cerita mengenai pertemuan di rumah Rocky tetap berasal dari penuturan Rocky sendiri. Belum ada pernyataan langsung dari Gibran dalam bahan yang dikutip mengenai detail pertemuan tersebut maupun kesepakatan yang disebut Rocky telah dilanggar.

Pengungkapan tersebut membuat pertemuan pribadi antara Rocky dan Gibran kembali menjadi perhatian publik. Di tengah persiapan menuju peta politik 2029, cerita tentang Gibran yang pernah datang untuk belajar politik sekaligus klaim mengenai kesepakatan yang “dibocorin” menambah warna dalam dinamika politik nasional.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama