Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penjualan Pertamax Green Naik 267%, Pertamina Siapkan Perluasan Bioetanol

Penjualan Pertamax Green Naik 267%, Pertamina Siapkan Perluasan Bioetanol Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga mencatat penjualan Pertamax Green 95, bensin dengan campuran 5 persen bioetanol atau E5, meningkat 267 persen sejak awal 2025 hingga Agustus 2026. Rata-rata penjualan hariannya kini mencapai 132 kiloliter per hari, naik dari sekitar 17 kiloliter per hari pada Januari.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan kenaikan penjualan tersebut menunjukkan produk Pertamax Green mulai diterima pasar. Produk BBM nonsubsidi itu telah dipasarkan Pertamina sejak 2023 dengan spesifikasi research octane number atau RON 95.

“Kita bisa melihat sejak tahun awal tahun 2025 sampai dengan Agustus 2026 tren penjualan ini mengalami peningkatan 267 persen. Bahkan kalau kita melihat dari sisi penjualan rata-rata harian, tren kenaikannya lebih tinggi yaitu mencapai 446 persen,” kata Mars Ega dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9/2026).

Menurut Mars Ega, Pertamina Patra Niaga saat ini menyediakan Pertamax Green di 190 SPBU. Seluruh outlet masih terkonsentrasi di Pulau Jawa karena pengembangan distribusinya dilakukan secara terkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terutama dalam penyediaan atau sourcing bioetanol.

“Kami sudah launching produk Pertamax Green ini sejak tahun 2023. Dan saat ini sudah terdapat 190 SPBU yang memberikan layanan produk Pertamax Green,” ujar Mars Ega.

Dari total 190 SPBU tersebut, layanan Pertamax Green tersedia di 53 SPBU di Jawa Barat, 47 SPBU di Jawa Timur, 40 SPBU di DKI Jakarta, 28 SPBU di Banten, 16 SPBU di Jawa Tengah, dan enam SPBU di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mars Ega mengatakan pertumbuhan penjualan harian Pertamax Green meningkat signifikan dibandingkan awal tahun. “Rata-rata sales penjualan Pertamax Green ini adalah 132 KL per hari. Ini meningkat cukup signifikan karena kalau kita melihat di awal tahun Januari itu masih sekitar 17 KL per hari,” katanya.

Pertamax Green merupakan produk BBM nonsubsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar. Produk tersebut memiliki RON 95 dan mengandung campuran bioetanol 5 persen.

Baca Juga: Enam Bulan Dites di 3 Perusahaan Tambang, ESDM Klaim B50 Tak Bermasalah

Baca Juga: Harga Pertamax Green 95 Naik Rp2.550 per Liter Mulai 2 September 2026

Lonjakan penjualan Pertamax Green terjadi ketika pemerintah menyiapkan perluasan penggunaan bioetanol sebagai bagian dari transisi energi dan pengurangan impor bensin. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi sebelumnya menyatakan pemerintah menargetkan campuran bioetanol E20 dapat diterapkan pada 2028.

Namun, pengembangan mandatori bioetanol masih bergantung pada pertumbuhan kapasitas produksi dalam negeri. ESDM memperkirakan kebutuhan bioetanol untuk campuran E5 pada bensin nonsubsidi pada 2026 dapat mencapai 333 ribu kiloliter.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra