- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Kelangkaan BBM, Pemprov Sulsel Imbau Kampus Kuliah Daring 14–18 September
Kredit Foto: Pertamina
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Sulawesi Selatan untuk menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring (dalam jaringan) pada 14–18 September 2026.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kelangkaan BBM bersubsidi dan elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir yang mengakibatkan antrean panjang di sejumlah SPBU dan berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat, termasuk mahasiswa serta tenaga pendidik menuju kampus.
Kebijakan itu juga mempertimbangkan langkah penanganan yang tengah dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Satuan Tugas BBM dan Elpiji, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, TNI, serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
“Mengimbau pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyelenggarakan perkuliahan secara daring, terhitung mulai tanggal 14 sampai 18 September 2026, guna mengurangi mobilitas kendaraan menuju dan dari kampus di tengah kondisi kelangkaan BBM,” demikian tertulis dalam surat imbauan yang ditandatangani Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan Jufri Rahman.
Pemprov Sulsel menegaskan imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi, bukan instruksi. Pelaksanaannya tetap menghormati kewenangan serta kebijakan akademik masing-masing perguruan tinggi.
“Kegiatan akademik yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda, seperti praktikum laboratorium, ujian terjadwal, atau penelitian lapangan, dapat tetap dilaksanakan secara tatap muka sesuai kebijakan dan pertimbangan pimpinan masing-masing perguruan tinggi, dengan tetap memperhatikan efisiensi penggunaan BBM dan keselamatan sivitas akademika,” demikian tertulis dalam surat tersebut.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan dan distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan menyusul kenaikan permintaan masyarakat, terutama terhadap BBM bersubsidi.
Peningkatan permintaan tersebut berdampak pada antrean di sejumlah SPBU. Pertamina merespons kondisi itu dengan menambah pasokan ke terminal BBM, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi ke wilayah yang membutuhkan.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan antrean meningkat seiring kenaikan permintaan yang cukup signifikan, terutama terhadap BBM bersubsidi.
Baca Juga: Pertamina Operasikan 25 SPBU 24 Jam, Antrean BBM Makassar Berangsur Normal
Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Minyak Dunia Tinggi
“Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman. Untuk merespons peningkatan permintaan tersebut, kami meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyesuaian pasokan secara cepat sesuai kebutuhan,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, Sabtu (12/9/2026).
Sekedar informasi, selain Pemprov Sulsel, pemberlakuan kebijakan sekolah daring juga diberlakukan pula di Kabupaten Jember, Jawa TImur pada 10 sampai dengan 12 September 2026.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: