Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Bandingkan Dirinya dengan SBY di Akmil: Saya Taruna yang Bisa Diperbaiki

Prabowo Bandingkan Dirinya dengan SBY di Akmil: Saya Taruna yang Bisa Diperbaiki Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengenang masa pendidikannya bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Akademi Militer (Akmil). Dalam momen tersebut, Prabowo menyebut SBY sebagai taruna terbaik, sementara dirinya justru berkelakar sebagai taruna yang masih bisa diperbaiki.

Candaan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pernyataan tersebut langsung mengundang respons meriah dari para tamu yang hadir dalam acara tersebut.

Prabowo awalnya mengungkap bahwa dirinya dan SBY sama-sama masuk Akmil pada 1970. Namun, perjalanan pendidikan keduanya tidak berakhir pada tahun yang sama karena SBY lulus lebih dahulu, sedangkan Prabowo menyusul setelahnya.

"Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akademi Militer. Masuknya satu angkatan, keluarnya angkatan di bawahnya," ujar Prabowo dalam sambutannya.

Setelah membuka cerita tersebut, Prabowo kemudian memberikan pujian kepada SBY. Menurut Prabowo, kualitas SBY sebagai taruna sudah terlihat sejak awal menjalani pendidikan militer.

"Memang dari awal sudah kelihatan bahwa Pak SBY memang taruna yang terbaik. Tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki," katanya.

Pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda sehingga tidak menjadi perbandingan yang bernuansa serius. Justru, Prabowo menggunakan pengalaman masa mudanya di Akmil untuk mencairkan suasana di tengah acara perayaan ulang tahun Partai Demokrat.

Momen tersebut juga memperlihatkan sisi personal hubungan Prabowo dengan SBY yang sama-sama pernah menempuh pendidikan militer. Keduanya kemudian menempuh perjalanan karier yang berbeda sebelum sama-sama mencapai posisi penting dalam sejarah politik Indonesia.

Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih karena dapat hadir dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat. Acara tersebut sekaligus menjadi momentum perayaan ulang tahun SBY yang ke-77.

Kisah tentang Akmil membuat sambutan Prabowo tidak hanya berisi pesan politik. Ia juga membawa kembali memori masa pendidikan militer yang mempertemukannya dengan SBY puluhan tahun lalu.

Di hadapan SBY, Prabowo memilih menggambarkan senioritas dan kualitas mantan presiden tersebut dengan cara yang ringan. Sebaliknya, ia menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan kelakar melalui kalimat bahwa dirinya merupakan taruna yang "bisa diperbaiki".

Baca Juga: Respons Pidato AHY yang Dinilai Kritik Pemerintah, Prabowo: Demokrasi Butuh Koreksi

Cara Prabowo menyampaikan cerita itu juga memperlihatkan gaya komunikasi yang berbeda dari pidato kenegaraan yang biasanya lebih formal. Ia memasukkan pengalaman pribadi dan humor untuk membangun suasana yang lebih cair bersama para tamu undangan.

Bagi Partai Demokrat, kehadiran Prabowo dalam perayaan HUT ke-25 juga memperlihatkan kedekatan hubungan politik antara pemerintah dan partai tersebut. Demokrat sendiri menjadi salah satu kekuatan politik yang mendukung pemerintahan Prabowo.

Namun, bagian tentang masa pendidikan militer justru menjadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian dari sambutan Prabowo. Pujian kepada SBY sebagai taruna terbaik sekaligus candaan mengenai dirinya sendiri membuat kisah lama keduanya di Akmil kembali menjadi sorotan.

Prabowo tidak sedang membahas kualitas pendidikan militernya secara serius ketika menyebut dirinya sebagai taruna yang bisa diperbaiki. Ia justru menggunakan cerita tersebut sebagai kelakar untuk mengenang masa lalu bersama SBY sekaligus mencairkan suasana dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama