Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Alasan Mediasi Hak Asuh Anak Gagal Versi Sarwendah: Ruben Onsu Tidak Mau...

Alasan Mediasi Hak Asuh Anak Gagal Versi Sarwendah: Ruben Onsu Tidak Mau... Kredit Foto: Instagram/sarwendah29
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mediasi gugatan hak asuh anak antara Sarwendah dan Ruben Onsu dinyatakan gagal. Setelah sebelumnya muncul tudingan bahwa Sarwendah mempersulit Ruben untuk bertemu anak-anak, kubu mantan personel Cherrybelle itu kini membeberkan versi mereka mengenai penyebab mediasi tersebut berakhir buntu.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa mediasi gagal karena Ruben disebut tidak bersedia menjalani pemeriksaan kesehatan terkait penyakit tiga huruf.

"Karena pihak RSO tidak mau memeriksa kesehatannya demi anak," kata Chris Sam Siwu kepada wartawan di Kawasan Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Niat Baik Ruben Onsu Bayar Sekolah Anak Ditolak, Ini Kata Sarwendah

Chris mengatakan dirinya menyaksikan langsung pembahasan tersebut ketika proses mediasi berlangsung. Ia pun kembali menegaskan bahwa menurut versinya, Ruben memang tidak bersedia melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Saya lihat sendiri dengan mata saya, dengar sendiri dengan kuping saya bahwa pada saat mediasi itu memang pihak RSO tidak mau melakukan pengecekan kesehatan," ujar dia.

Kubu Sarwendah kemudian menyoroti adanya anggapan bahwa pihaknya sengaja membuat Ruben kesulitan bertemu anak. Chris menyayangkan opini tersebut berkembang tanpa melihat alasan di balik permintaan pemeriksaan kesehatan.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut memiliki dasar hukum dan dimaksudkan untuk memastikan keselamatan anak-anak ketika bertemu dengan ayahnya.

Baca Juga: Tuduh Ruben Onsu Telantarkan Anak, Sarwendah Ternyata Malah Ingkari Janji di Akta Perceraian?

"Jangan diputar lagi seakan-akan klien kami tidak mau mempertemukan. Klien kami mau bertemu, tetapi namanya pertemuan ya pasti harus berempat, kedua orang tuanya dan anak-anaknya," tegas Chris.

Chris juga menjelaskan alasan Sarwendah meminta adanya pemeriksaan kesehatan. Saat masih menjadi pasangan suami istri, Sarwendah disebut masih dapat memantau secara langsung kedisiplinan Ruben dalam mengonsumsi obat maupun menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun, situasinya berubah setelah keduanya bercerai. 

"Klien kami tidak lagi bisa melihat apakah minum obatnya rutin, pengecekan darahnya rutin sehingga dari situlah kami juga berinisiatif menyampaikan juga bahwa sebaiknya juga dilakukan audit kesehatan," tambah Chris.

Di sisi lain, versi berbeda sebelumnya disampaikan kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Ia mengatakan Ruben sebenarnya bersedia memenuhi permintaan pemeriksaan kesehatan yang diajukan Sarwendah dalam proses mediasi.

"Dia (Sarwendah) minta syarat tes kesehatan, itu diungkapkan depan hakim mediator. Ruben menyanggupi, hakim bilang per enam bulan, Ruben setuju. Tapi yang nggak setuju pihak sana," ujar Minola.

Menurut Minola, persoalan kemudian menjadi semakin rumit ketika muncul pembahasan mengenai frekuensi pemeriksaan kesehatan. Ia mengatakan pihak Sarwendah seolah meminta Ruben menjalani tes setiap kali hendak bertemu dengan anak-anaknya.

"Dia seakan meminta setiap bertemu tes kesehatan. Hakim mediator aja sampai bingung, masa ayah mau ketemu anaknya harus tes kesehatan. Akhirnya ditetapkan sebulan sekali," tambahnya.

"Tapi pihak sana tetap bersikeras tidak mau sebulan sekali. Kata hakim saja dalam perjanjian antara Ruben dan Sarwendah tidak ditentukan harus ada syarat," lanjut Minola.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: