Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) masih memiliki ruang untuk memperkuat permodalan melalui penerbitan obligasi subordinasi senilai Rp3 triliun. Meski demikian, perseroan belum menentukan waktu eksekusi karena rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) masih berada di kisaran 17%-18%.
Direktur Treasury & International Banking BTN Venda Yuniarti mengatakan sisa plafon tersebut merupakan bagian dari total plafon Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi subordinasi sebesar Rp5 triliun.
BTN sebelumnya telah menerbitkan obligasi subordinasi senilai Rp2 triliun pada akhir 2025. Dengan demikian, perseroan masih memiliki sisa plafon Rp3 triliun yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan permodalan.
“Melihat sisa Rp3 triliun ini kita akan sesuaikan dengan kebutuhan permodalannya BTN. So far CAR kita masih terjaga, masih di level 17%-18% sesuai dengan target kita,” ujar Venda dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Dengan posisi CAR yang masih sesuai target, BTN memilih bersikap wait and see sebelum mengeksekusi penerbitan obligasi subordinasi. Perseroan akan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan modal dan kondisi bisnis ke depan.
“Nanti kita lihat perkembangannya, kalau memang kita membutuhkan, kita masih bisa eksekusi untuk subordinasinya. Jadi subordinasi saat ini kita masih wait and see,” katanya.
BTN Siapkan Sekuritisasi Rp300 Miliar-Rp400 Miliar
Di sisi lain, BTN berencana kembali masuk ke pasar sekuritisasi pada akhir 2026. Perseroan tengah menyiapkan transaksi sekuritisasi melalui penerbitan senior debt atau obligasi senior.
Rencana ini menjadi langkah BTN untuk kembali mengaktifkan transaksi sekuritisasi setelah perseroan tidak melakukan penerbitan dalam sekitar dua hingga tiga tahun terakhir.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu menegaskan, rencana tersebut bukan didorong oleh kebutuhan likuiditas, melainkan bagian dari upaya perseroan menjaga keberlangsungan pasar sekuritisasi.
Baca Juga: BTN Akuisisi Portofolio Kredit Rp19,29 Triliun, Bidik Bisnis di Luar KPR
Baca Juga: Hartadinata Bersiap Private Placement 460,5 Juta Saham, Perkuat Struktur Modal
Baca Juga: MBMA Lirik Bursa Hong Kong, Siap Cari Modal Baru
“Ini bukan karena liquidity ya, tapi memang kita lagi menjaga market yang ada, karena BTN sempat berhenti tiga tahun tidak issue sekuritisasi,” ujar Nixon.
Menurut Nixon, kondisi pasar saat ini cukup mendukung BTN untuk kembali melakukan sekuritisasi. Namun, perseroan menyiapkan nilai transaksi yang relatif kecil, yakni sekitar Rp300 miliar-Rp400 miliar.
“Size-nya sekitar Rp300-400 miliar, jadi tidak akan besar, tapi kita tetap menjaga supaya market-nya tetap hidup,” jelasnya.
Dengan strategi tersebut, BTN menyiapkan dua langkah di pasar modal, yakni mempertahankan opsi penerbitan obligasi subordinasi untuk memperkuat permodalan serta menghidupkan kembali aktivitas sekuritisasi sebagai salah satu instrumen pembiayaan di sektor perumahan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan