BTN Akuisisi Portofolio Kredit Rp19,29 Triliun, Bidik Bisnis di Luar KPR
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyelesaikan dua tahap akuisisi portofolio kredit dengan total nilai transaksi hampir Rp19,29 triliun hingga Agustus 2026. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbesar bisnis di luar pembiayaan perumahan.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan akuisisi tahap pertama dan kedua masing-masing rampung pada 29 Juni dan 14 Agustus 2026.
"BTN telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama dan kedua portofolio kredit dengan total nilai transaksi yang angkanya nyaris Rp19,29 triliun," ujar Nixon dalam acara Public Expose Live 2026, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Menurut Nixon, akuisisi dilakukan secara selektif untuk mendukung diversifikasi portofolio sekaligus meningkatkan porsi kredit non-housing. BTN menargetkan kontribusi kredit non-housing dapat mencapai sekitar 30% dari total kredit dan pembiayaan perseroan ke depan.
Strategi tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis BTN melalui konsep beyond mortgage, yakni memperluas sumber pertumbuhan di luar bisnis inti pembiayaan perumahan.
Nixon menegaskan portofolio yang diakuisisi telah melalui proses seleksi dan tidak mencakup kredit bermasalah.
"Portofolio yang diakuisisi seluruhnya merupakan yang lancar, jadi yang tidak lancar tidak kita ambil," katanya.
Dari sisi risiko, portofolio hasil akuisisi memiliki risk-weighted assets (RWA) sebesar 50%. Manajemen menilai karakteristik tersebut membuat profil risiko portofolio relatif dekat dengan pembiayaan perumahan.
Salah satu segmen yang kini diperkuat BTN adalah kredit pensiunan. Perseroan melihat segmen ini memiliki tingkat imbal hasil yang menarik, dengan kualitas kredit yang secara historis masih dapat dikelola dengan baik.
Baca Juga: Mulai Besok, 4 Bank Himbara Bakal Pungut Pajak Transaksi Digital Luar Negeri
Baca Juga: Dukung Instruksi Prabowo, BSI Siap Perluas Rekening Perbankan hingga Pelosok
Baca Juga: 5 Direksi BTN Diganti, Siapa Saja?
Ekspansi tersebut mulai tercermin dalam pertumbuhan kredit non-housing BTN yang mencapai sekitar 46% secara tahunan pada Juni 2026.
Meski terus memperbesar bisnis di luar perumahan, BTN tetap mempertahankan kredit pemilikan rumah (KPR) sebagai bisnis utama. Perseroan saat ini menguasai sekitar 38% pangsa pasar KPR nasional, sementara pangsa pasar KPR subsidi berada di kisaran 80%-81%.
Nixon menegaskan ekspansi ke segmen-segmen baru akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara imbal hasil dan risiko.
"Jadi kita pelan-pelan, step-by-step masuk ke segmen yang menurut kita yield-nya masih cukup baik, risikonya masih aman,” ujarnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan