Kredit Foto: Kobexindo
PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) memperkuat penjualan alat berat pertambangan melalui diversifikasi produk dan pengembangan teknologi hybrid di tengah kebutuhan industri terhadap efisiensi operasional dan konsumsi energi.
Strategi tersebut menjadi salah satu fokus Kobexindo untuk menopang pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun. Pada kuartal II 2026, pendapatan perseroan tercatat Rp1,02 triliun atau tumbuh 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga ditopang penjualan unit alat berat yang melonjak 47% secara tahunan. Kobexindo menyebut penjualan alat berat pertambangan, khususnya produk berteknologi hybrid, menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Direktur Utama PT Kobexindo Tractors Tbk Andry B. Limawan mengatakan pertumbuhan tersebut didukung strategi diversifikasi produk, baik dari sisi tipe maupun merek, termasuk pemasaran alat berat generasi terbaru.
“Pertumbuhan ditopang oleh strategi diversifikasi produk, baik dari segi tipe maupun merek. Terutama strategi Perseroan untuk memasarkan produk-produk alat berat generasi terbaru. Termasuk teknologi hybrid yang menawarkan tingkat efisiensi operasional yang lebih tinggi,” jelas Andry.
Untuk memperkuat momentum tersebut, Kobexindo menggelar Kobexindo Tower Mining Expo 2026 pada 10–11 September 2026 di Kobexindo Tower, Jakarta Utara.
Mengusung tema Hybrid Solutions to Power the Next Generation of Mining, kegiatan tersebut menjadi ajang bagi perseroan untuk memperkenalkan solusi alat berat dan transportasi pertambangan kepada pelanggan dan pelaku industri.
Sejumlah unit yang ditampilkan mencakup produk Develon, yakni excavator DX60D, DX220A, DX800LC-5B, dan wheel loader SD300N. Kobexindo juga menampilkan Tonly DTH145 dan TL859R, serta Shacman Diesel 8x4 dan Truck Head H3000S.
Andry mengatakan konsep open house dalam pameran tersebut memungkinkan pelanggan mengenal lebih dekat portofolio produk Kobexindo, termasuk unit dengan teknologi hybrid.
“Melalui konsep open house, Kobexindo menghadirkan display unit dan solusi pertambangan di lokasi yang lebih dekat dengan pusat operasional Perseroan, sekaligus memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk mengenal lebih dekat portofolio produk-produk baru unggulan, termasuk tipe hybrid yang kami tawarkan,” papar Andry.
Kobexindo menilai teknologi hybrid semakin relevan bagi industri pertambangan karena menawarkan alternatif untuk meningkatkan efisiensi konsumsi energi dan biaya operasional.
Baca Juga: Kobexindo Perluas Bisnis Intralogistik, Kenalkan Sistem Gudang Berbasis Teknologi
Baca Juga: Mulai Kirim Alat Berat Listrik, Kobexindo Bidik Permintaan Industri Tambang
Selain penjualan unit, perseroan juga mengandalkan layanan purna jual untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menyediakan solusi yang mencakup unit, layanan, dan efisiensi operasional.
Andry mengatakan tren alat berat hybrid dan produk unggulan lainnya yang didukung layanan purna jual menjadi peluang untuk menopang penjualan perseroan hingga akhir tahun mendatang.
“Tren alat berat hybrid dan produk unggulan lain yang ditopang oleh layanan purna jual yang paripurna merupakan peluang yang kami harapkan dapat menopang pertumbuhan penjualan Perseroan hingga akhir tahun mendatang,” tambahnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: