Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penjualan Alat Berat KOBX Melonjak 47%, Permintaan Tambang Jadi Penopang

Penjualan Alat Berat KOBX Melonjak 47%, Permintaan Tambang Jadi Penopang Kredit Foto: Kobexindo
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) mencatat kinerja positif pada kuartal II-2026, ditopang oleh meningkatnya permintaan alat berat dari sektor pertambangan. Penjualan unit alat berat perseroan tumbuh 47% secara tahunan pada periode tersebut.

Pertumbuhan penjualan unit turut mendorong pendapatan KOBX. Hingga kuartal II 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,02 triliun, naik 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan alat berat untuk kebutuhan pertambangan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut. Selain mengandalkan produk konvensional, KOBX juga mulai memperkuat portofolio alat berat dengan teknologi hybrid yang menawarkan efisiensi operasional lebih tinggi.

Direktur Utama Kobexindo Tractors, Andry B. Limawan, mengatakan pertumbuhan kinerja perseroan didukung strategi diversifikasi produk, baik dari sisi tipe maupun merek.

"Pertumbuhan ditopang oleh strategi diversifikasi produk, baik dari segi tipe maupun merek. Terutama strategi Perseroan untuk memasarkan produk-produk alat berat generasi terbaru, termasuk teknologi hybrid yang menawarkan tingkat efisiensi operasional yang lebih tinggi," ujar Andry.

Untuk memperkuat pertumbuhan bisnis tersebut, KOBX menggelar Kobexindo Tower Mining Expo 2026 pada 10–11 September 2026 di Kobexindo Tower, Jakarta Utara. Mengusung tema “Hybrid Solutions to Power the Next Generation of Mining”, kegiatan ini menjadi ajang perseroan memperkenalkan berbagai solusi alat berat dan transportasi pertambangan generasi terbaru.

Sejumlah produk yang diperkenalkan dalam pameran tersebut antara lain alat berat Develon, Tonly, Shacman Diesel 8x4, serta Truck Head H3000S.

Menurut Andry, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan produk, tetapi juga bagian dari strategi KOBX memperkuat hubungan dengan pelanggan. Perseroan berupaya menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional pertambangan, mulai dari proses penggalian dan pemuatan hingga pengangkutan material.

Baca Juga: Investor Asing Jual Bersih Rp664 Miliar di Sesi I, Saham ANTM hingga BUMI Jadi Sasaran Utama

Baca Juga: IHSG Anjlok 1,70% ke 6.429,88 pada Sesi I, Seluruh Sektor Melemah

Baca Juga: Sempat Disuspensi, BEI Kembali Buka Perdagangan Saham Emiten Haji Isam

KOBX juga terus mengembangkan portofolio produk yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga efisiensi penggunaan energi dan biaya operasional. Teknologi hybrid menjadi salah satu solusi yang disiapkan perseroan untuk menjawab kebutuhan industri pertambangan yang semakin mengedepankan efisiensi.

Ke depan, Andry optimistis tren penggunaan alat berat hybrid dan produk unggulan lainnya dapat terus mendukung pertumbuhan penjualan perseroan. Dukungan layanan purna jual juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan dan memperkuat posisi KOBX di pasar alat berat.

Dengan meningkatnya permintaan dari sektor pertambangan dan semakin beragamnya portofolio produk, KOBX berharap momentum pertumbuhan penjualan dapat terus berlanjut hingga akhir tahun.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan