Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Hari Ini Cuma 352 Anak yang Keracunan, Siap Lanjutkan MBG'

'Hari Ini Cuma 352 Anak yang Keracunan, Siap Lanjutkan MBG' Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Akademisi sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, melontarkan satire terhadap sikap pemerintah terkait maraknya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Belakangan, hampir setiap hari terjadi insiden keracunan akibat program tersebut. Hasyim menyindir dengan nada satir bahwa meski ratusan anak keracunan, program tetap dijalankan.

"Lapor, hari ini yang keracunan MBG cuma 352 anak saja. Siap, lanjutkan MBG!Laniutkan!" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (11/9).

Sebagai informasi, sebanyak 352 siswa sekolah dasar (SD) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) i Kecamatan Batukliang dan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi paket menu MBG pada Jumat siang.

Ratusan siswa mengeluhkan gejala khas keracunan makanan seperti pusing, mual, muntah, nyeri perut, hingga lemas. Gejala muncul beberapa saat setelah mereka menyantap paket MBG.

Korban berasal dari lima sekolah berbeda, yakni SDN 2 Lendang Tampel, SDN Beber, SDN Repoq Puyung, SDN Mertak Kesambik (Serambi Daya), dan MTs Qudwatun Hasanah.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Dapur MBG: Masak untuk 2.000 Anak Tiap Hari seperti Mantu Terus

Insiden ini diduga kuat terjadi setelah para siswa mengonsumsi kebab ayam yang menjadi bagian dari menu MBG. Makanan tersebut didistribusikan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lokal di Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang.

Saat ini, Satgas MBG NTB bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memprioritaskan penanganan medis. Sebagian besar korban sudah membaik dan diperbolehkan pulang. Di sisi lain, SPPG penyalur makanan tersebut terancam sanksi suspend (dihentikan sementara), sementara aparat Polres Lombok Tengah bersama Tim Inafis telah menyita sampel makanan untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab kontaminasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya