Gibran Tersisihkan, Hanya Tokoh-tokoh Ini yang Masuk Pilihan Cawapres Prabowo
Kredit Foto: BPMI/Laily Rachev
Gibran Rakabuming Raka disebut bukan lagi menjadi pilihan utama jika Prabowo Subianto kembali maju dalam Pilpres 2029. Pengamat politik Hendri Satrio atau Hensat menilai ada dua opsi yang lebih mungkin dipertimbangkan Prabowo, yakni kader Gerindra sendiri atau tokoh nonpartai yang loyal dan tidak memiliki ambisi politik terlalu besar.
Pilihan tersebut dinilai bukan sekadar soal mencari pasangan untuk memenangkan Pilpres 2029. Menurut Hensat, sosok yang dipilih Prabowo juga akan menentukan arah kekuatan politik Gerindra hingga Pemilu 2034.
"Menurut saya dia mungkin akan memilih tokoh dari partainya sendiri, Gerindra atau tokoh nonpartai yang tidak memiliki ambisi politik besar sehingga bisa fokus bekerja," kata Hensat dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Bukan Prabowo, Anies, Apalagi Gibran, Sosok Ini Diramal Jadi Presiden 2029-2034
Hensat melihat Prabowo membutuhkan figur yang mampu menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus tidak berubah menjadi pesaing politik di kemudian hari. Karena itu, pilihan dari internal Gerindra maupun tokoh nonpartai yang dianggap loyal dinilai lebih aman.
Untuk opsi nonpartai, Hensat menyebut tiga nama yang berpotensi masuk pertimbangan Prabowo. Salah satunya adalah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
"Kapolri bisa saja diambil jadi calon pendamping Prabowo dan ini bisa jadi alasan kuat mengapa Listyo Sigit tidak tergantikan sebagai Kapolri saat ini," ucapnya.
Selain Listyo, Teddy Indra Wijaya juga dinilai memiliki modal berupa kedekatan dan loyalitas kepada Prabowo. Sementara Amran dianggap memiliki nilai politik tersendiri karena kinerjanya sebagai Menteri Pertanian kerap mendapat apresiasi dari Presiden.
Baca Juga: 10 Tahun Berkuasa, Jokowi Harus Mempertanggungjawabkan Kebijakannya dan Diadili, Kata BEM SI
Namun, opsi lain yang dinilai tidak kalah penting justru berasal dari lingkaran partai sendiri. Hensat melihat Prabowo memiliki alasan kuat untuk memilih kader Gerindra jika ingin memastikan kekuatan partai tersebut terus berkembang setelah dirinya memimpin pemerintahan.
"Kenapa saya sebut Gerindra? Karena Prabowo saya yakin akan membesarkan Gerindra untuk bertarung lebih jauh di 2034. Kalau sampai dia pilih tokoh dari partai lain, dia artinya membesarkan partai lain," ujar Hensat.
Sejumlah nama kader Gerindra pun disebut berpotensi masuk bursa cawapres. Di antaranya Menteri Luar Negeri sekaligus Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Di luar dua kelompok tersebut, Hensat juga menilai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi patut diperhitungkan. Dedi disebut memiliki modal politik berupa basis massa yang cukup besar.
Bagi Hensat, pertimbangan Prabowo pada 2029 tidak cukup hanya melihat kebutuhan memenangkan satu kontestasi. Ada kepentingan jangka panjang Gerindra yang ikut dipertaruhkan hingga Pemilu 2034.
"Saya yakin kalau Pak Prabowo tidak akan membiarkan dirinya membesarkan partai lain selain Gerindra. Karena jika memilih dari partai lain sama saja dia membesarkan partai orang lain yang nanti jika terpilih dan sedang menjabat sudah bisa jadi oposisi sebelum periode pemerintahan selesai," imbuh Hensat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: