Mengingat Respons Jokowi, Begini Cerita Mahfud MD Saat Minta Izin Jadi Cawapres Ganjar
Kredit Foto: Ist
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menceritakan momen ketika meminta izin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
Mahfud mengungkap cerita tersebut saat menjadi bintang tamu dalam siniar di kanal YouTube NOTASLIMBOY TV yang dipandu Sammy Notaslimboy dan Rindra Danantara pada 13 September 2026.
Mahfud mengatakan, dirinya secara mendadak dipinang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjelang penutupan pendaftaran Pilpres 2024. Setelah menerima tawaran tersebut, ia langsung berupaya menghubungi pihak Istana.
Saat itu Jokowi sedang melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok. Mahfud kemudian menyampaikan laporan melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Melalui sambungan telepon, Jokowi disebut langsung memberikan izin.
Setelah Jokowi kembali ke Indonesia, Mahfud menemui Presiden secara langsung. Menurut Mahfud, pertemuan tersebut berlangsung santai tanpa ketegangan.
Jokowi bahkan disebut menawarkan skema cuti kepada Mahfud agar tetap bisa menjalankan tugas sebagai menteri sekaligus berkampanye.
"Malah dia (Jokowi) yang bilang, 'Pak Mahfud, nanti saya kasih cuti seminggu sekali tiap Jumat'. Jadi, saya bisa berkampanye Jumat, Sabtu, Minggu. Senin, Selasa, Rabu, Kamis masuk biasa," kata Mahfud menirukan ucapan Jokowi.
Mahfud kemudian berseloroh bahwa sikap santai Jokowi saat itu mungkin karena Presiden menganggap pencalonannya bersama Ganjar bukan ancaman serius.
"Dalam hatinya, tenang saja enggak bakalan menang," ujar Mahfud sambil bercanda.
Meski demikian, Mahfud menegaskan suasana pertemuannya dengan Jokowi memang berlangsung tanpa ketegangan. Sikap serupa juga disebut terlihat ketika dirinya memutuskan mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Maju.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Prabowo Saat Ini Tersandera
Mahfud mengatakan keputusan tersebut diambil karena ia merasa tidak etis tetap menjabat sebagai menteri ketika maju dalam Pilpres 2024, terlepas dari hasil kontestasi tersebut.
"Saya datang ke Pak Jokowi, 'Pak, saya mengundurkan diri'. Dia jawab 'Oh ya, kenapa? Kan tidak harus.' Tapi ya tidak apa-apa kalau terus mundur pada waktu itu," tutur Mahfud.
Mahfud akhirnya mundur dari kabinet setelah resmi menjadi pasangan Ganjar dalam Pilpres 2024. Ia menyebut keputusan tersebut merupakan pilihannya meski Jokowi saat itu disebut tidak mempermasalahkannya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: