Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dokter Tifa: Sayangnya Tim Pemenangan Pemilu Prabowo Tidak Mau Ketemu Saya, Ada yang Disesalkan...

Dokter Tifa: Sayangnya Tim Pemenangan Pemilu Prabowo Tidak Mau Ketemu Saya, Ada yang Disesalkan... Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat Media Sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa mengungkap satu hal yang masih menjadi penyesalannya ketika berbicara mengenai kontestasi Pilpres 2024. Hal itu adalah kegagalannya bertemu dengan Tim Pemenangan dari Prabowo Subianto.

Dokter Tifa mengaku pernah diharapkan memberikan prediksi mengenai sosok yang akan mendampingi Prabowo Subianto. Namun, menurut pengakuannya, kesempatan tersebut tidak pernah terjadi karena ia tak bisa bertemu dengan tim dari politikus itu.

Baca Juga: Hadapi Kasus Ijazah, Gibran Tak Bisa Disamakan dengan Jokowi: Bedanya Jelas!

"Sayangnya Tim Pemenangan Pemilu Prabowo tidak mau ketemu saya untuk tanya siapa Wapres-nya," ungkap Dokter Tifa, dikutip Senin (14/9/2026).

Dokter Tifa menyampaikan pernyataan tersebut ketika menjelaskan kembali metode analisis yang menurutnya berhasil memprediksi kemenangan dari Prabowo di Pilpres 2024. Ia mengklaim telah menyampaikan prediksi politikus itu sebagai presiden untuk periode 2024-2029 di 10 Agustus 2022.

Ia kemudian menghubungkan pengakuannya tersebut dengan keputusan politik menjelang Pilpres 2024. Hal itu khususnya mengenai siapa yang akan menjadi pendamping Prabowo.

Menurut Dokter Tifa, jika saat itu tim pemenangan politikus itu bersedia berdiskusi dengannya, ia mengklaim dapat memberikan prediksi mengenai sosok calon wakil presiden.

"Coba kalau tanya saya tidak bakal terjadi kecelakaan sejarah kita punya wapres spek beler seperti sekarang," tuturnya.

Sebelumnya, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa juga secara terbuka menyatakan pilihan politiknya untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto.

Dokter Tifa juga menyebut masyarakat seolah terus dihadapkan pada pilihan antara kekuasaan yang sedang berjalan dan pihak yang masih memiliki keinginan untuk mempertahankan pengaruhnya.

Ia menyebut dua sosok yang menurutnya berada dalam konteks persimpangan itu, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: PSI Sebut Rocky Gerung Sudah 'Kena Batunya' Akibat Serang Jokowi

"Indonesia dipaksa terus bersimpangan antara yang berkuasa dan yang masih ingin terus berkuasa," ungkap Dokter Tifa.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar