- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
3 Anak Usaha Bayan Resources Nyatakan Force Majeure, RKAB 2026 Jadi Biang Masalah
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Sebanyak tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong sedang menghadapi keadaan memaksa (force majeure) terkait kewajiban pemenuhan pasokan batu bara berdasarkan perjanjian penyediaan batu bara (Coal Supply Agreement) kepada para pelanggan.
Ketiga anak usaha tersebut yakni PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima.
Direktur Bayan Resources, Low Yi Ngo mengatakan kondisi tersebut terjadi karena persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk ketiga anak usaha perseroan belum diterbitkan.
Padahal, permohonan persetujuan perubahan RKAB telah diajukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Mengingat ketetapan persetujuan RKAB diperlukan agar anak-anak perseroan dapat menjalankan kegiatan produksi batu baranya secara sah, kondisi saat ini memengaruhi kemampuan perseroan dan anak usaha untuk memenuhi kewajibannya kepada para pelanggannya," ujar Low dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/9/2026).
Sehubungan dengan kondisi tersebut, perseroan bersama ketiga anak usahanya menyampaikan pemberitahuan kepada para pelanggan bahwa keadaan tersebut merupakan peristiwa force majeure.
"Pemberitahuan tersebut telah disampaikan kepada para pelanggan pada 11 September 2026," ungkapnya.
Baca Juga: Bayan Resources (BYAN) Bantah Keras Rumor Haji Isam Ambil Alih 62,5% Saham
Baca Juga: Sempat Disuspensi, BEI Kembali Buka Perdagangan Saham Emiten Haji Isam
Baca Juga: Pendapatan Emiten Tambang Milik Low Tuck Kwong (MYOH) Tembus US$83,93 Juta
Low menegaskan, belum diterbitkannya persetujuan perubahan RKAB 2026 menimbulkan dampak yang cukup material terhadap kelangsungan usaha perseroan.
Meski demikian, pemberitahuan force majeure tersebut dilakukan sebagai langkah untuk meminimalkan risiko dan/atau konsekuensi yang mungkin timbul bagi Bayan Resources maupun ketiga anak usahanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: