Mendagri Tito Instruksikan Pemda Waspadai Lonjakan Harga Beras, Daging, dan Telur Ayam
Kredit Foto: Kemendagri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk memperketat pengawasan terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas pangan. Langkah ini dinilai krusial guna menekan potensi lonjakan inflasi nasional yang mulai menunjukkan tren kenaikan.
Tiga komoditas pangan utama yang kini menjadi perhatian serius pemerintah adalah daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras.
Dalam arahannya, Tito mengungkapkan bahwa inflasi nasional secara tahunan menunjukkan tren peningkatan dari 2,88 persen menjadi 3,19 persen. Meskipun angka tersebut masih berada di level yang relatif terkendali, inflasi bulanan (Juli ke Agustus 2026) tercatat naik sebesar 0,21 persen.
Menurut Tito, lonjakan ini utamanya dipicu oleh sektor makanan, minuman, dan tembakau, serta sektor pendidikan dan perawatan pribadi. Khusus untuk kelompok pangan, ia mendorong adanya tindakan preventif dari lembaga terkait.
“Bulog mungkin bisa melakukan operasi pasar dengan Badan Pangan Nasional dan bagaimana untuk mengumpulkan para distributor dan produsen. Dicari penyebab harganya kenapa bisa naik," ujar Tito dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Selain komoditas pangan, Mendagri juga mengingatkan dampak dari fluktuasi harga minyak dunia yang berpotensi melambungkan biaya transportasi, terutama angkutan udara. Tito secara khusus meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga avtur agar tidak membebani tarif angkutan yang diatur pemerintah.
Baca Juga: Harga Pangan di Jakarta Sempat Naik, Pramono: Tidak Ganggu Inflasi
Baca Juga: Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Tito Karnavian Minta Pemda Intervensi Harga Pangan
Tito juga menyoroti adanya ketimpangan atau disparitas angka inflasi yang cukup mencolok antarwilayah. Pemda yang mencatatkan angka inflasi tinggi diminta segera memperkuat peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk merumuskan intervensi pasar.
Di sisi lain, apresiasi tinggi diberikan kepada daerah-daerah yang sukses menjaga stabilitas harga di wilayahnya. “Saya ucapkan terima kasih (daerah) yang bisa mengendalikan,” imbuhnya.
Untuk komoditas daging ayam, Kemendagri akan melakukan pemantauan ketat dari hulu ke hilir, mulai dari peternak, distributor, hingga ke tangan konsumen. Strategi pelacakan rantai distribusi ini diharapkan membuat langkah pengendalian harga menjadi lebih tepat sasaran dan efektif ke depannya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: