Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan harga sejumlah komoditas pangan di Jakarta masih relatif stabil meski beberapa komoditas, termasuk cabai, sempat mengalami kenaikan. Pemprov DKI memastikan pemantauan harga dan ketersediaan stok terus dilakukan untuk menjaga inflasi daerah.
Pramono mengatakan kenaikan harga yang terjadi pada sejumlah komoditas masih dalam batas yang tidak mengganggu inflasi Jakarta. Menurutnya, kondisi tersebut didukung oleh infrastruktur pangan yang telah berjalan serta pemantauan harga secara rutin.
“Yang pertama untuk harga pangan di DKI, terutama karena kami infrastrukturnya sudah berjalan dengan baik, memang betul ada kenaikan sedikit, tetapi saya yakin tidak akan mengganggu inflasi yang ada,” ujar Pramono di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Menurut Pramono, Pemprov DKI memantau pergerakan harga pangan setiap hari, terutama komoditas yang sensitif terhadap perubahan harga. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga yang berpotensi memengaruhi inflasi.
Pramono mengatakan harga cabai yang sebelumnya mengalami kenaikan kini mulai kembali normal.
“Karena Jakarta itu harian kami memonitor seluruh harga-harga yang ada, terutama yang sensitif terhadap perubahan. Dan untuk cabai sekarang harganya sudah relatif normal kembali. Jadi memang di Jakarta yang paling utama adalah supply and demand-nya itu terjaga dengan baik,” katanya.
Baca Juga: Pramono Mau Gandeng Swasta untuk Kubur Kabel Semrawut Jakarta
Baca Juga: CFD Jakarta Mau Ditambah Jadi 2 Kali Smeinggu, Pramono Tak Mau Merugikan Warga
Baca Juga: Pramono Masih Bingung Pilih Sudirman-Thamrin atau Rasuna Said untuk CFD Sabtu
Selain pemantauan harga, Pemprov DKI juga memiliki stok sejumlah komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Komoditas yang disebut Pramono antara lain daging, beras, dan cabai.
“Dan kami juga mempunyai stok terutama hal yang berkaitan dengan daging, beras, kemudian cabai,” tutup Pramono.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: