Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Atlet BAB di Tengah Lomba, Hyrox Ubah Aturan Setelah Insiden Beijing

Atlet BAB di Tengah Lomba, Hyrox Ubah Aturan Setelah Insiden Beijing Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hyrox langsung mengubah aturan dan prosedur perlombaan setelah insiden biologis yang terjadi dalam ajang Hyrox China di Beijing. Perubahan tersebut dilakukan setelah organisasi mengakui adanya kekurangan dalam penanganan kejadian yang melibatkan atlet Australia Joanna Wietrzyk.

Pendiri Hyrox, Moritz Furste, sebelumnya mengakui pihaknya melakukan kesalahan karena tidak segera mengambil tindakan ketika insiden tersebut terjadi. Ia juga menyatakan tanggung jawab untuk mengantisipasi situasi serupa berada di pihak penyelenggara.

"Hyrox melakukan kesalahan karena tidak segera bereaksi saat perlombaan berlangsung. Pada akhirnya, tugas sayalah untuk mengantisipasi potensi insiden semacam ini, dan saya tidak melakukan itu," ujar Furste dalam unggahan di Instagram yang dikutip dari The Guardian.

Furste mengatakan insiden di Beijing menjadi bahan evaluasi bagi Hyrox untuk memperbaiki prosedur perlombaan. Ia memastikan aturan baru telah diberlakukan agar kejadian serupa dapat dicegah atau ditangani dengan lebih cepat.

"Saat ini, telah diberlakukan aturan dan prosedur baru untuk mencegah situasi seperti ini terulang kembali," tutur Furste.

Evaluasi tersebut dilakukan setelah Joanna Wietrzyk mengalami kejadian tidak terduga ketika mengikuti perlombaan Hyrox di Beijing pada akhir pekan sebelumnya. Atlet asal Australia tersebut merupakan pemegang rekor dunia yang diundang untuk mengikuti Hyrox China.

Saat menjalani aktivitas fisik berintensitas tinggi, Wietrzyk buang air besar di arena perlombaan. Kotoran terlihat mengalir di bagian kakinya ketika dirinya sedang melakukan latihan menggunakan peralatan yang juga digunakan peserta lain.

Meski mengalami kejadian tersebut, Wietrzyk tetap melanjutkan perlombaan hingga selesai. Rekaman insiden itu kemudian menyebar di media sosial dan memunculkan perdebatan mengenai standar kesehatan, keselamatan, serta tanggung jawab penyelenggara.

Hyrox World sebelumnya memang memiliki prosedur medis untuk menangani kontaminasi biologis. Namun, organisasi tersebut mengakui adanya persoalan dalam penerapan protokol untuk kompetisi massal seperti Hyrox.

Salah satu persoalannya adalah belum adanya aturan khusus yang secara jelas mengatur kejadian seperti kontaminasi akibat kotoran manusia di tengah perlombaan. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang dievaluasi setelah insiden di Beijing.

Hyrox China sebagai penyelenggara juga mengambil tindakan terhadap area yang terdampak. Peralatan yang terkena kontaminasi segera diisolasi, dibersihkan, dan disingkirkan dari penggunaan.

Panitia bahkan mengganti karpet di lokasi dalam waktu semalam agar perlombaan dapat kembali digelar pada hari berikutnya. Area dan lintasan yang terdampak juga ditutup sementara untuk menjalani proses disinfeksi.

"Setelah insiden tersebut, panitia penyelenggara segera menutup dan mengisolasi area serta lintasan yang terdampak, lalu menyelesaikan proses disinfeksi secara menyeluruh," ungkap Hyrox China dalam pernyataannya.

Baca Juga: Kabar Buruk Jelang FIFA ASEAN Cup, 4 Pemain Kunci Timnas Indonesia Terancam Absen

Hyrox sendiri merupakan kompetisi kebugaran yang diluncurkan di Jerman pada 2017 dan kini berkembang di berbagai negara. Perlombaan tersebut menggabungkan lari 1 kilometer dengan sejumlah latihan intensitas tinggi seperti rowing machine, sled pushes, burpee jumps, lempar bola beban, dan lunge menggunakan sandbag.

Sebelum insiden di Beijing, Hyrox juga memiliki aturan untuk sejumlah pelanggaran ringan terkait kebersihan di arena. Peserta dapat dikenai sanksi karena membuang sampah sembarangan, meludah, atau membuang ingus di lantai lintasan.

Namun, kejadian di Beijing menunjukkan bahwa kompetisi dengan aktivitas fisik ekstrem membutuhkan prosedur yang lebih spesifik. Hyrox kini menjadikan insiden tersebut sebagai evaluasi untuk memperjelas langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kontaminasi biologis selama perlombaan.

Perubahan aturan tersebut menjadi respons langsung Hyrox terhadap persoalan yang muncul di Beijing. Organisasi tersebut kini harus memastikan prosedur kesehatan dan keselamatan dapat diterapkan secara cepat ketika menghadapi kejadian tidak terduga di tengah kompetisi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: