Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Merasa Diteror, Wanita yang Ngaku Dilecehkan Betrand Peto Teriak Minta Perlindungan

Merasa Diteror, Wanita yang Ngaku Dilecehkan Betrand Peto Teriak Minta Perlindungan Kredit Foto: Instagram/betrandpetoputraonsu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang menyeret nama Betrand Peto Putra Onsu terus berlanjut. Wanita berinisial ANW yang melaporkan Betrand ke polisi kini mengajukan permohonan perlindungan setelah mengaku mendapat teror, intimidasi di media sosial, hingga penyebaran data pribadi atau doxing.

ANW melalui kuasa hukumnya mendatangi Komite Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Langkah tersebut ditempuh setelah laporan resmi terhadap Betrand disampaikan ke Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum ANW, Deki Patria, mengatakan permohonan perlindungan itu diperlukan untuk mengamankan kondisi fisik maupun mental kliennya yang disebut semakin tertekan akibat rentetan serangan di media sosial.

Baca Juga: Demi Usut Kebenaran Dugaan Pelecehan Betrand Peto, Ruben Onsu Diam-diam Lakukan Ini

“Kedatangan kami di sini sebagai kuasa hukum dari korban, mendatangi Komnas Perempuan untuk meminta perlindungan terkait perkara atau kasus yang sedang berjalan,” katanya di Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Deki mengungkapkan, setelah melaporkan putra angkat Ruben Onsu tersebut, ANW terus menerima pesan singkat bernada makian kasar dan tak senonoh melalui platform media sosial. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani korban yang menurutnya belum stabil secara kejiwaan.

Tidak hanya pesan bernada kasar, Deki juga menyebut informasi pribadi ANW dan keluarganya mulai disebarkan di media sosial. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat tekanan yang dialami kliennya semakin berat.

"Porsi kata-katanya banyak pesan-pesan yang masuk itu seperti sebutan-sebutan yang enggak pantas, yang enggak senonoh. Seperti mohon maaf, seperti lonte, pelacur, LC, segala macam," ujar Deki.

Baca Juga: Sarwendah: Saya Pikir Diam Pilihan Terbaik, tapi Malah Dipakai Buat Narasi Tidak Benar

"Korban ini sudah mulai dikuliti, di-spill tempat kerjanya, kemudian tempat kediamannya, kemudian juga kampung halaman dari orang tuanya," lanjutnya.

Permohonan perlindungan tersebut berkaitan dengan perkara yang bermula setelah Betrand dilaporkan ke kepolisian atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Laporan itu diterima polisi pada Sabtu (12/9), dengan lokasi kejadian yang disebut berada di kawasan SCBD Jakarta selatan.

Betrand sendiri telah membantah tudingan tersebut. Dalam konferensi pers pada Senin (14/9), ia menyatakan kabar yang beredar di media sosial tidak mencerminkan fakta yang terjadi di lokasi.

"Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang. Untuk permasalahan yang dia bilang aku tuh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali," ungkap Betrand.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: