Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dari Studio hingga AI, Ini Infrastruktur yang Dibutuhkan Bisnis Livestreaming

Dari Studio hingga AI, Ini Infrastruktur yang Dibutuhkan Bisnis Livestreaming Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Thailand -

Bisnis berbasis livestreaming membutuhkan infrastruktur pendukung agar dapat berkembang secara sistematis dan tidak hanya bergantung pada talenta individu atau kreator yang viral.

Partner Kearney Hadi Hammoud mengatakan industri livestreaming yang ingin tumbuh secara berkelanjutan memerlukan infrastruktur berupa studio, fasilitas produksi, pelatihan, fasilitator, serta standar operasional yang mendukung kreator.

“Bakat kreator bukanlah satu-satunya variabel dalam persamaan ini. Setiap industri yang matang, agar dapat sukses, memerlukan infrastruktur fondasi yang kuat,” ujar Hadi dalam konferensi pers Creator Networks Global Summit di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Selasa (15/9/2026).

Menurut Hadi, infrastruktur tersebut diperlukan agar pertumbuhan industri tidak hanya bergantung pada kreator yang berhasil viral. Sistem pendukung yang matang juga dibutuhkan agar lebih banyak kreator dapat membangun karier secara berkelanjutan.

“Tentu saja, individu bisa saja sukses dan menjadi satu kisah sukses yang bagus atau momen yang viral. Namun, untuk menciptakan kesuksesan yang sistematis, Anda memerlukan basis infrastruktur yang sama matangnya untuk meningkatkan standar permainan,” katanya.

Dalam ekosistem TikTok LIVE, peran tersebut dijalankan oleh Creator Network. Head of Product & Strategy for LIVE Creator Networks TikTok Claire Li mengatakan TikTok saat ini bekerja sama dengan lebih dari 21.000 Creator Network di berbagai pasar.

Claire mengatakan jaringan tersebut mendapat dukungan berupa alat, standar, dan pembelajaran dari berbagai wilayah. Pada saat yang sama, Creator Network diberi ruang untuk menyesuaikan pengembangan dengan kebutuhan lokal.

“Kami menyediakan alat, standar, dan pembelajaran di berbagai wilayah,” ujar Claire.

Dari sisi operasional, CEO Milestone Leading Chokchai Thonganan mengatakan agensinya di Thailand menjalankan sejumlah tahapan untuk mengembangkan kreator, mulai dari briefing, penyusunan rencana konten, pelatihan dan coaching, hingga evaluasi kinerja.

“Jadi, hal terpenting yang kami butuhkan dalam sistem ini adalah memulai dengan rekrutmen dan audisi, diikuti oleh pelatihan dan coaching untuk mengembangkan keterampilan, konten, serta identitas unik mereka,” kata Chokchai.

Baca Juga: Pasar Live Streaming Global Diproyeksi Tembus US$340 Miliar pada 2030 Live Str

Baca Juga: TikTok Luncurkan LIVE Bax, AI Baru untuk Bantu Bisnis Kreator

Baca Juga: TikTok Perketat Monetisasi LIVE, Kreator Tak Lagi Otomatis Dapat Cuan

Untuk mendukung operasional tersebut, TikTok LIVE memperkenalkan LIVE Bax, asisten bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dengan LIVE Backstage, platform operasional resmi untuk Creator Network.

Claire mengatakan LIVE Bax dirancang untuk membantu Creator Network mengelola operasional secara lebih efektif. Alat tersebut memungkinkan jaringan mengurangi waktu yang digunakan untuk pekerjaan operasional sehingga dapat lebih fokus pada pelatihan kreator dan peningkatan kualitas konten.

“LIVE Bax dirancang untuk membantu creator network mengelola operasional secara efektif. Dengan alat ini, mereka dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk melatih kreator, meningkatkan kualitas konten kreator, dan mengambil keputusan yang lebih baik,” kata Claire.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: