Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar Live Streaming Global Diproyeksi Tembus US$340 Miliar pada 2030 Live Str

Pasar Live Streaming Global Diproyeksi Tembus US$340 Miliar pada 2030 Live Str Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Thailand -

Industri live streaming global diproyeksikan tumbuh lebih dari tiga kali lipat menjadi US$340 miliar pada 2030 dari sekitar US$100 miliar pada 2024. Pertumbuhan tersebut diperkirakan berlangsung lebih cepat dibandingkan televisi maupun layanan streaming biasa.

Berdasarkan riset Kearney, nilai pasar live streaming global telah melampaui US$100 miliar pada 2024. Dengan asumsi kurs Rp17.751 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp1.775 triliun.

Partner Kearney Hadi Hammoud mengatakan pertumbuhan live streaming merupakan bagian dari evolusi industri media yang mengubah posisi audiens. Jika televisi menempatkan penonton sebagai penerima konten secara pasif, live streamingmemungkinkan audiens berpartisipasi secara langsung.

“Namun, apa yang kita diskusikan hari ini bukanlah pergeseran yang berkaitan dengan layar atau format, melainkan perubahan pada cara audiens berinteraksi dengan konten,” ujar Hadi dalam konferensi pers Creator Networks Global Summit di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Selasa (15/9/2026).

Menurut Hadi, audiens kini tidak hanya mencari konten untuk ditonton, tetapi juga ingin memengaruhi jalannya pengalaman, membangun komunitas, dan memperoleh keterikatan dengan konten yang diikuti.

“Di sinilah live hadir menyediakan platform yang memungkinkan perilaku tersebut muncul. Ini adalah transisi alami dalam evolusi media dan TV, dan live berada di pusat pergeseran tersebut,” katanya.

Baca Juga: TikTok Luncurkan LIVE Bax, AI Baru untuk Bantu Bisnis Kreator

Baca Juga: TikTok Perketat Monetisasi LIVE, Kreator Tak Lagi Otomatis Dapat Cuan

Baca Juga: Asia Tenggara Jadi Motor Pertumbuhan, Sumbang 25% Creator Network TikTok Global

Perubahan perilaku tersebut membuat live streaming berkembang dari fitur khusus menjadi salah satu kategori hiburan utama dengan potensi ukuran pasar yang besar.

Hadi mengatakan perubahan tersebut juga membuka ruang bagi pelaku media tradisional untuk mengintegrasikan live streaming ke dalam strategi bisnis mereka sambil mengamati respons audiens.

“Ini bisa menjadi wadah pengujian (testing ground) untuk konten baru demi melihat respons audiens, sekaligus tempat untuk menemukan bakat baru,” katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: