IRGC Tangkap Dive-LD Milik AS, Iran Siap Tiru Teknologi Bawah Laut Tercanggih di Dunia
Kredit Foto: Anduril
Iran mengklaim berhasil menangkap kendaraan bawah laut nirawak milik Amerika Serikat bernama Dive-LD di pintu masuk Selat Hormuz pada 9 September 2026. Kendaraan tersebut ditangkap oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Penangkapan Dive-LD dinilai dapat membuka peluang bagi Iran untuk mempelajari teknologi kendaraan bawah laut otonom milik Amerika Serikat. Operasi tersebut berlangsung di bawah permukaan laut dengan kondisi yang disebut penuh tantangan, termasuk perubahan kondisi air dan keterbatasan penyebaran gelombang.
Menurut laporan Fars News Agency, operasi itu membutuhkan dukungan intelijen serta peralatan khusus. Kendaraan yang berhasil ditangkap kemudian menjadi perhatian karena teknologi di dalamnya memungkinkan pengoperasian secara otonom tanpa awak.
Seorang pakar militer yang dikutip Fars menjelaskan bahwa Dive-LD memiliki tiga bagian utama. Bagian pertama terdiri atas sensor dan perangkat pemantauan yang digunakan untuk membaca kondisi lingkungan sekaligus mendeteksi sasaran.
Bagian kedua berupa sistem pencitraan dan kamera yang berfungsi merekam data serta gambar selama kendaraan menjalankan misi. Sementara bagian ketiga mencakup sistem kendali, navigasi, pengarah, dan komunikasi yang memungkinkan kendaraan bergerak secara mandiri.
Nilai utama Dive-LD disebut bukan sekadar terletak pada bentuk atau kemampuan fisiknya. Teknologi yang memungkinkan kendaraan beroperasi secara otonom di lingkungan bawah laut menjadi bagian penting dari sistem tersebut.
Analisis Fars menyebut pemeriksaan menyeluruh terhadap Dive-LD dapat memberikan kesempatan bagi teknisi Iran untuk mempelajari arsitektur sistem, jenis sensor, perangkat pencitraan, sistem kendali, serta hubungan antar-komponen.
Informasi tersebut selanjutnya berpotensi menjadi bahan penelitian untuk pengembangan teknologi dalam negeri Iran. Dengan mempelajari komponen dan cara kerja kendaraan, Iran dapat memperoleh gambaran lebih rinci mengenai teknologi kendaraan bawah laut otonom yang digunakan Amerika Serikat.
Iran sebelumnya juga memiliki pengalaman mempelajari perangkat militer Amerika Serikat. Pada 2011, Iran menangkap pesawat nirawak RQ-170 dan kemudian menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari perangkat tersebut untuk mengembangkan pesawat nirawak melalui rekayasa balik.
Baca Juga: Temui Tentara Israel di Suriah, Netanyahu Yakinkan Pemerintahan Iran Sudah Menjelang Runtuh
Dalam kasus Dive-LD, teknologi sensor, pencitraan, kendali, navigasi, dan komunikasi menjadi bagian yang dinilai memiliki nilai penting. Keseluruhan sistem tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan kendaraan bawah laut otonom Amerika Serikat.
Karena itu, penangkapan Dive-LD tidak hanya berkaitan dengan penguasaan sebuah kendaraan nirawak. Bagi Iran, perangkat tersebut juga membuka peluang untuk mempelajari teknologi yang menopang kemampuan operasi bawah laut secara mandiri.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: