Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Career Well-being Jadi Tanggung Jawab Organisasi, KTM Solutions Bahas Ancaman Burnout di Dunia Kerja

Career Well-being Jadi Tanggung Jawab Organisasi, KTM Solutions Bahas Ancaman Burnout di Dunia Kerja Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Isu Career Well-being (CWB) semakin mendapat perhatian seiring organisasi menghadapi tantangan dalam menjaga keterlibatan, ketahanan, dan keberlanjutan kontribusi karyawan.

Perspektif tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026 yang berlangsung pada 15-16 September 2026 di NICE PIK 2, Tangerang. Dalam ajang tersebut, KTM Solutions mengajak pemimpin dan praktisi human capital melihat Career Well-being sebagai bagian dari strategi organisasi.

Melalui area interaktif, pengunjung dapat mengikuti CWB Assessment untuk mendapatkan gambaran kondisi Career Well-being berdasarkan lima dimensi, yakni Social, Psychological, Environmental, Physical, dan Financial Well-being.

Selain menghadirkan pengalaman tersebut, KTM Solutions juga membahas isu kelelahan di lingkungan kerja melalui sesi bertajuk “The Burnout Audit: Detecting Organizational Fatigue Before Turnover Occurs”.

Sesi tersebut dibawakan Director of Strategic & Advisory KTM Solutions Ivan Ahda. Ia menyoroti pentingnya bagi organisasi mengenali tanda-tanda kelelahan sejak dini sebelum berkembang menjadi burnout dan berdampak pada karyawan maupun keberlangsungan organisasi.

Menurut Ivan, burnout tidak muncul secara tiba-tiba. Kondisi tersebut berkembang secara bertahap sehingga organisasi perlu melihat berbagai faktor dalam lingkungan kerja yang dapat memengaruhi kondisi dan well-being karyawan.

“Kita terlalu sering menjadikan burnout sebagai tanggung jawab individu dengan meminta mereka lebih mampu mengelola stres, lebih resilien, dan lebih baik menjaga work-life balance,” kata Ivan.

Namun, ketika kondisi burnout terus berulang, menurut dia, perhatian perlu diarahkan tidak hanya kepada individu, tetapi juga lingkungan dan pola kerja yang membentuk keseharian karyawan.

“Di situlah wellbeing perlu bergeser dari sekadar personal wellbeing menjadi tanggung jawab organisasi,” ujarnya.

Baca Juga: AI Mulai Ubah Dunia Kerja, Talenta Manusia Tetap Jadi Kunci Produktivitas

Pembahasan tersebut menempatkan Career Well-being tidak hanya sebagai persoalan individu, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan kerja yang perlu diperhatikan organisasi.

Melalui partisipasinya di IHCBS 2026, KTM Solutions membuka ruang diskusi mengenai CWB bagi praktisi dan pemimpin human capital. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong terciptanya lingkungan kerja yang dapat mendukung kontribusi karyawan secara berkelanjutan.

KTM Solutions juga menilai pengembangan human capital perlu berjalan seiring dengan upaya menciptakan pengalaman kerja yang lebih baik bagi karyawan dan pencapaian tujuan organisasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: